PEMKAB SINTANG TARGETKAN PEMBANGUNAN PENGOLAHAN USAHA AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK)

SuaraSintang.com-Sintang: Tahun 2018 mendatang Pemerintah Kabupaten Sintang menargetkan pembangunan pengolahan usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) akan segera di mulai yang saat ini masih di lakukan proses pengkajian oleh tim Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kepada Masyarakat (LPPKM) Universitas Tanjungpura Pontianak baik secara prospek pasar sampai kepada uji sample atau contoh bahan bakunya, ungkap Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM usai memimpin langsung rapat Kajian Kelayakan Pengembangan Usaha Air Minum Dalam Kemasan di Kabupaten Sintang yang di hadiri Asisten II Setda Kabupaten Sintang, Tim Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kepada Masyarakat (LPPKM) Universitas Tanjungpura Pontianak, Unsur Organinsasi Perangkat Daerah terkait, PDAM Tirta Senentang Sintang serta pihak terkait lainya di Rumah Jabatan Wakil Bupati Sintang.(selasa,07/11/17)

Askiman mengatakan rapat tersebut merupakan untuk mendengar paparan kajian awal dari LPPKM Untan Pontianak menyangkut masalah prospek pasar, pembiayaan, peralatan, dan proses pengolahan dan lainnya terkait pengembangan usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Kabupaten Sintang. “apa yang sudah mereka paparkan sudah benar, sekarang hanya tinggal melakukan surve lapangan, saya hanya memberikan dua alternative lokasi pengolahan ya kan,sebagai prioritas utama pengembangan usaha ini yang di bawah naungan PDAM”.kata askiman.

Jelas askiman, dua alternative tersebut yakni di kecamatan kelam permai dengan pendekatan sumber air terdekatnya adalah dari bukit kelam, bukit rentap, bukit mangat dan bukit dedai. Sementara untuk prioritas kedua seandainya di kecamatan kelam permai tidak memenuhi syarat maka sumber air atau bahan baku AMDK tersebut di ambil dari Bukit Kujau dan Bukit Saran di Kecamatan Tempunak. “tentunya kesemua itu akan di surve dulu baik persoalan debit air,kualitas airnya kita akan uji mutu,dan jarak angkut dari sumber air ke pengolahan juga menjadi satu kajian dan juga akan di hitung baik jarang angkutnya untuk lebih efisiensi dalam rangka biaya operasional kedepannya”.jelasnya.

Askiman berharap kajian tersebut dapat berjalan dengan sebaik baiknya, karena saat ini sedang di lakukan kajian dan tahun 2018 mendatang kegiatan pengembangan air minum dalam kemasan (AMDK) di Kabupaten Sintang sudah mulai di laksanakan pembangunanya dengan menggunakan APBD Kabupaten Sintang nantinya jumlah anggaran yang di butuhkan masih menunggu hasil kajian Tim LPPKM Untan. “besar harapan AMDK ini nantinya bisa menjadi merk produk air mineral ternama dari kabupaten sintang, yang tentunya akan menjadi sumber pendapatan daerah atau PAD kabupaten sintang kedepannya”.harap Askiman.

Salah satu Tim LPPKM Untan Pontianak Ir. Ivan Sujana mengatakan bahwa tahapan dalam kajian AMDK ini baru pada tahapan pendahuluan yakni salah satunya terkait potensi pasar AMDK di kabupaten sintang. “kalau untuk potensi pasar AMDK di sintang ini cukup menjanjikan AMDK di laksanakan,karena berdasarkan sumber dari surve pasar AMDK yang beredar di Kab.Sintang perkiraan volume penjualan dari berbagai merk mencapai 510 karton perhari untuk air mineral gelas 220 ml dan untuk botol 600 ml perkiraan volume penjualan yakni 225 karton perhari”.tutur ivan.

Terkait dua alternative lokasi pengolahan AMDK nantinya dan beberapa lokasi sumber bahan bakunya seperti yang di sampaikan oleh wakil bupati sintang tersebut,jelas Ivan tim LPPKM untan bersama unsur terkait di kabupaten sintang langsung meninjau ke sejumlah lokasi itu yang sekaligus mengambil bahan baku air untuk di jadikan uji sample.“kalau proses uji sample bahan baku air itu di laboratorium paling lama satu minggulah untuk tahu hasilnya, karena tergantung antrian,biasakan banyak tu yang di uji di lab dan untuk expose hasil kajian di targerkan 21 desember 2017 mendatang”pungkasnya.(hmsBupStg/mardiansyah)

Previous
« Prev Post