HEADLINE NEWS

Kategori

Babinsa Gurung Kempadik Berikan Pelatihan Pramuka Dalam Rangka Binter Terpadu

Posted by On November 13, 2019

Sintang, Rabu (13/11/19) - Babinsa Koramil 07/Sintang, Kodim 1205/Sintang, Sersan Kepala Sajidin Agus melaksanakan kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) terpadu 2019, yang dipusatkan di Desa Gurung Kempadik, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang. Kegiatan tersebut memberikan pelatihan pramuka dan memberikan materi wawasan kebangsaan kepada 30 0rang siswa-siswi SMAN 1 Sungai Tebelian.

Kegiatan Binter terpadu mengusung tema "Memberdayakan Wilayah Pertahanan Melalui Kegiatan Binter Terpadu Guna Memantapkan Ruang, Alat Juang Dan Kondisi Juang Yang Tangguh".
Pelatihan pramuka ini untuk membentuk karakter dan pribadi anak-anak SMAN 1 Sungai Tebelian agar memiliki kepribadian yang berjiwa disiplin dan bertanggungjawab baik perorangan maupun kelompok.

Dalam kesempatan tersebut, Serka Sajidin memberikan pengetahuan Wawasan Kebangsaan, kedisiplinan dan kepemimpinan serta pelatihan baris berbaris juga tata cara upacara umum. "Dengan demikian diharapkan setelah pelatihan ini para siswa-siswi dapat menerapkan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari baik dirumah, bermasyarakat maupun di sekolah," ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan, wawasan kebangsaan harus diberikan sejak dini kepada siswa-siswi,  supaya memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, sehingga mampu menghadapi tantangan apapun yang ingin merongrong Pancasila.

"Sebagai generasi penerus bangsa yang tangguh harus memiliki semangat dalam menimba ilmu, agar kedepannya bisa turut membangun daerahnya untuk lebih baik," harapnya. 

(Pendam XII/Tpr) #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

ASKIMAN PIMPIN UPACARA HARI KESEHATAN NASIONAL DI SINTANG

Posted by On November 13, 2019

Sintang - Wakil Bupati Sintang, Askiman, menjadi Pembina Upacara dalam kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-55 ditahun 2019, kegiatan tersebut diselenggarakan di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Jalan Teluk Menyurai, Sintang, pada Rabu (13/11/2019).

Dalam sambutan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, yang dibacakan oleh Wakil Bupati Sintang, Askiman menegaskan arahan Presiden Republik Indonesia tentang dua isu kesehatan yan harus diselesaikan demi membangun SDM yang berkualitas, “yakni masalah Stunting dan Jaminan kesehatan Nasional, selain itu juga masih ada dua isu lagi yang harus diatasi, yakni tingginya harga obat dan alat kesehatan, serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri, hal tersebut yang akan menjadi fokus perhatian kita bersama untuk dapat diupayakan solusinya”, kata Askiman.
Perlu diketahui, sambung Askiman dalam sambutan Menkes, menegaskan bahwa pembangunan kesehatan di Indonesia telah mengalami keberhasilan diberbagai sektor, “berbagai keberhasilan pembangunan kesehatan untuk pembangunan SDM telah diraih dari kinerja kabinet yang ditandai dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia dengan parameter Usia Harapan Hidup, sehingga isu-isu strategis telah dilaksanakan dan menghasilkan perbaikan, seperti dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak, menurunkan angka stunting, meningkatkan cakupan imunisasi sesrta berhasil dalam mengendaikan penyakit menular dengan menurunkan angka TB, dalam lima tahun saja stunting sudah berhasil diturunkan hampir 10%”, ucapnya. 

Masih kata Wakil Bupati Sintang, bahwa dalam perspektif pembangunan kesehatan itu perlu dua penekanan dan penguatan, yakni optimalisasi inovasi layanan kesehatan da harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan, “untuk Optimalisasi inovasi layanan kesehatan dimaksudkan untuk meng-efisiensikan tindakan-tindakan yang mahal dengan mengoptimalkan inovasi pelayanan kesehatan dan penyediaan obat dan alat kesehatan produk lokal dalam negeri tanpa mengurangi kualitas dan mutu”, ujarnya.

Kemudian, sambung Askiman, “untuk harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan terkait konektivitas antar kementerian dan lembaga, lintas sektor maupun unit-unit kerja lintas program terkait lebih ditingkatkan, agar tidak terjadi tumpang tindih, sehingga fokus pada pemecahan masalah kesehatan”, sambungnya

“marilah kita konsentrasikan segenap potensi kekuatan dan kebersamaan kita untuk menitikberatkan pembangunan generasi sehat yang dilandasi tekad untuk memajukan bangsa untuk itu saya berharap kita dapat bekerjasama dengan baik dalam melakukan upaya-upaya inovasi untuk percepatan pembangunan kesehatan tanpa menyalahi aturan yang berlaku sesuai amanat Presiden khususnya dalam mengentaskan stunting dan memperbaiki layanan kesehatan serta membenahi tata kelola BPJS Kesehatan serta penyediaan obat dan alat kesehatan lokal yang murah berkualitas”, pesan Askiman dalam sambutan Menkes. 
Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh mengatakan bahwa dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke-55 tahun 2019, dirinya mengaku Dinas Kesehatan menekankan kepada angka Stunting di Sintang, “jadi dalam peringatan HKN ke-55 dengan tema Generasi Sehat Indonesia Unggul, kita lebih menekankan kepada angka Stunting di Kabupaten Sintang dan juga jaminan kesehatan bagi masyarakat”, kata dr. Sinto. 

Terkait dengan jaminan kesehatan masyarakat, dr. Harysinto Linoh menghimbau kepada masyarakat agar dapat menggunakan asuransi kesehatan BPJS, “pada saat ini kita menghimbau kepada masyarakat, untuk segera menggunakan asuransi kesehatan BPJS, bagi masyarakat yang belum memiliki BPJS, silahkan langsung mendaftar, semua masyarakat harus memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk BPJS”, pesan dr. Sinto. 

Masih kata Kadinkes Sintang, salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka stunting di Sintang ialah lingkungan yang kurang baik, “untuk penurunan angka stunting, salah satu faktor yang mempengaruhi angka stunting yakni Buang Air Besar sembarangagn, makanya Stop BAB sembarangan, maka angka stunting bisa turun, saat ini saja, Stunting di Sintang sudah di angka 24%, target kita harus bisa menurunkan hingga 18% bahkan 16%”, ujarnya.(HMS/Red)

Permudah Akses Masyarakat, Program Binter Terpadu Kodim Sintang Rabat Beton Jalan Desa Gurung Kempadik

Posted by On November 12, 2019

Sintang, Rabu (13/11/19) - Guna mempermudah akses jalan masyarakat, Kodim 1205/Stg melaksanakan program Pembinaan Teritorial (Binter) Terpadu Tahun 2019, dengan menggelar kegiatan karya bhakti pembangunan jalan rabat beton di Desa Gurung Kempadik, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang.
Dengan tema,"Memberdayakan Wilayah Pertahanan Melalui Binter Terpadu Guna Memantapkan Ruan, Alat Juang dan Kondisi Juang Yang Tangguh". Dalam pelaksanaan karya bhakti kali ini diikuti oleh 100 orang yang melibatkan personel Kodim 1205/Stg bersama unsur perangkat desa dan masyarakat. Mereka bergotongroyong melaksanakan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 300 meter.

Disampaikan Dandim 1205/Stg, dipilihnya sasaran jalan rabat beton ini merupakan hasil koordinasi pihak Kodim dan desa guna mendukung kebutuhan akses jalan menuju perkebunan warga. Agar akomodasi hasil perkebunan warga dapat berjalan lebih mudah dan semakin menunjang akses perekonomian warga khususnya dibidang perkebunan, terang Dandim.

Komandan Kodim 1205/Stg, Letkol Inf Rachmat Basuki menegaskan bahwa kegiatan karya bhakti tersebut merupakan bagian dari program serbuan teritorial yang dilaksanakan oleh Kodim 1205/Stg.

"Guna untuk memantapkan kembali jiwa gotong royong dalam kehidupan masyarakat," katanya.

Dandim 1205/Stg, Letkol Inf Rachmat Basuki juga menekankan kepada Koramil Jajaran agar dapat mengatur dan membagi waktu, sehingga program-program yang dipercayakan kepada Kodim dapat dilaksanakan sebaik dan semaksimal mungkin. (Pendam XII/Tpr) #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

WABUP SINTANG LAUNCHING GERAKAN SADAR ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI PENDOPO BUPATI SINTANG

Posted by On November 12, 2019

Sintang - Wakil Bupati Sintang Drs.  Askiman, MM melakukan launching Gerakan Indonesia  Sadar Administrasi Kependudukan (#GISA) di Pendopo Bupati Sintang pada Rabu, 13 Nopember 2019. Pada launching #GISA tersebut dilakukan juga penandatanganan kerjasama pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, data kependudukan  dan KTP Elektronik antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang dengan 7 Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang yang dalam pelaksanaan program pembangunan memerlukan data kependudukan yang valid. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Barat, Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat, KPU Kabupaten Sintang, dan Bawaslu Kabupaten Sintang
Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM menyampaikan bahwa peranan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil saat ini sangat penting dan strategis  karena pelayanan kependudukan yang cepat dan valid yang menjadi identitas kita semakin dibutuhkan. “maka kesadaran masyarakat untuk mencatatkan dirinya di dukcapil sangat penting untuk kita ingatkan terus. Di eropa, orang hanya memegang satu kartu saja yang berisi identitas, keuangan dan sebagainya. Kita berharap Indoensia juga menuju kea rah yang seperti itu juga” terang Askiman.
“saya berterima kasih atas pelayanan yang sudah diberikan  oleh tim dukcapil Kabupaten Sintang yang semakin baik. Saya melihat, semakin hari, identitas warga semakin baik dan valid. Identitas yang valid dan lengkap merupakan kebutuhan pribadi warga negara untuk mendapatkan  kemudahan  dalam pelayanan dari negara. Maka kita akan terus kampanyekan kepada seluruh warga untuk sadar akan administrasi kependudukan yang lengkap dan valid” terang Wabup Sintang.
Antonius Rawing Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan  bahwa launching GISA ini merupakan kegiatan semesta karena merupakan instruksi Menteri Dalam Negeri. Untuk itu, seluruh kabupaten kota harus melakukan ini untuk mendorong masyarakat sadar akan adiministrasi kependudukan. 
“sadar pentingnya dokumen kependudukan, sadar akan data kependudukan yang benar dan sadar akan pemanfaatan data kependudukan harus kita kampanyekan. Data kependudukan yang dipegang dukcapil sudah terverifikasi dengan baik dan terintegrasi sampai ke pemerintah pusat. Bahaya kalau data kependudukan  yang dipegang dukcapil tidak valid padahal data dukcapil ini menjadi acuan dalam penyusunan dan pelaksanaan program nasional. Kita harus bangga menjadi warga negara Indonesia dengan memiliki dokumen resmi kependudukan” terang Antonius Rawing
“sejak lahir, anak Indoensia harus memiliki akte kelahiran dan kartu identitas anak supaya haknya terjamin. Program sadar pemutakhiran data juga harus kita dorong. Misalkan seseorang waktu urus dokumen masih berstatus belum bekerja atau pengangguran, ternyata 5 tahun kemudian sudah menjadi pengusaha sukses. Kita rugi dalam data ternyata angka pengangguran kita tinggi. Padahal orang ini sudah bukan pengangguran. Belum lagi soal yang lainnya. Data kependudukan juga diperlukan dalam mengalokasikan dana pembangunan di sebuah kampung, supaya pembangunan ini memberi manfaat kepada masyarakat banyak dan tidak salah sasaran. Saat ini semua anak yang lahir di Indonesia wajib memiliki akta lahir meskipun anak itu lahir dari orang yang belum menikah sekalipun. Ada jalur untuk mengurus ini. Tidak ada lagi istilah anak haram. Tidak ada lagi akta kelahiran yang hanya menyebut nama ibunya” tegas Antonius Rawing.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Sintang Syarif Muhammad Taufik menyampaikan administrasi kependudukan akan memberikan kepastian pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi dan penegakan hukum. “gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan atau GISA merupakan gerakan untuk membangun eksosistem pemerintah yang sadar akan pentingnya administrasi kependudukan. Launching ini supaya GISA bisa diketahui oleh seluruh masyarakat Kabupaten Sintang. Kami juga sudah menerapkan tandatangan elektronik untuk penerbitan dokumen kependudukan seperti kartu keluarga, akta kelahiran, akta perkawinan, akta kematian dan surat keterangan pindah WNI” terang  Syarif Muhammad Taufik.
“terkait penandatangan perjanjian kerjasama pemanfaatan data kependudukan antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang dengan 7 Organisasi Perangkat Daerah yakni Bappenda, RSUD AM Djoen, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Disperindagkop dan UKM, Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa. 7 OPD ini akan memanfaatkan data kami untuk mereka menyusun dan melaksanakan program kerja mereka “ terang Syarif Muhammad Taufik.
“launching GISA juga untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk memiliki dokumen kependudukan, memutakhirkan data kependudukan, menanfaatkan data kependudukan serta memacu peningkatan pelayanan administrasi kependudukan yang membahagiakan masyarakat oleh jajaran dukcapil Sintang” tambah Syarif Muhammad Taufik.
Diakhir acara, Wakil Bupati Sintang, Kadis Dukcapil Provinsi Kalbar dan Kadis Dukcapil Sintang secara simbolis memberikan akta lahir, KK, KTP, dan KIA dari berbagai lataberlakang warga seperti bayi, pelajar yang sudah bisa mendapatkan KTP, keluarga baru karena baru menikah, KIA bagi pelajar TK, dan KIA bagi pelajar SD ( Red)

Oknum Guru Honorer Di Sekadau, diduga Cabuli Anak Didiknya

Posted by On November 12, 2019

Sekadau - Unit Reskrim Polsek Sekadau Hulu, mengamankan terduga pelaku persetubuhan anak di bawah umur pada Senin (11/11/2019).

Kapolsek Sekadau Hulu IPDA Sudarsono mengkonfirmasi kejadian tersebut, terduga pelaku TG (25) merupakan oknum guru honorer di salah satu sekolah di kecamatan Sekadau Hulu.

TG diduga melakukan persetubuhan anak dibawah umur terhadap korban SM (16) salah satu pelajar di ruang perpustakaan sekolah.

Kapolsek menjelaskan, kronologis kejadian terjadi pada Senin (11/11) sekira pukul 15.20 WIB, sebelumnya korban SM diminta oleh TG yang merupakan gurunya untuk datang ke ruang perpustakaan dengan alasan membantu merekap nilai ulangan sekolah.

"Korban diantar oleh kawannya SR (14) dengan menggunakan sepeda motor, setibanya di perpustakaan, terduga pelaku TG langsung mengunci pintu dan melakukan persetubuhan terhadap korban," ungkap Kapolsek.

Kemudian korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Sekadau Hulu, ujar Kapolsek. 

Selanjutnya pukul 20.00 WIB, unit Reskrim Polsek Sekadau Hulu bersama tim Lidik dari Sat Reskrim Polres Sekadau melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku di rumahnya di desa Rawak Hilir kecamatan Sekadau Hulu.

Saat diamankan terduga pelaku, turut disaksikan oleh Kades beserta pihak keluarga.

Barang bukti pada kejadian tersebut turut diamankan diantaranya pakaian milik korban berupa jaket warna merah, baju warna hitam bertuliskan Fila, celana jeans biru, celana dalam krem dan BH warna hijau.

Terkait penetapan tersangka kepada terduga pelaku, Kapolsek mengatakan, kasus ini dalam pengembangan dan penyidikan.

"Kasus ini telah dilimpahkan ke Polres Sekadau Selasa (12/11) dan yang bersangkutan tadi malam telah dibawa ke Polres Sekadau untuk penyidikan lebih lanjut," pungkas Kapolsek Sekadau Hulu IPDA Sudarsono.(Humas /Didi)

Warga Nanga Mahap Ditemukan Tewas Menggantung Di Pohan Kakao

Posted by On November 12, 2019

Sekadau - Warga Desa Cenayan Kecamatan Nanga Mahap Kabupaten Sekadau dikejutkan dengan penemuan seorang wanita yang sudah tidak bernyawa menggantung di pohon kakao, selasa (12/11) siang. 

Kapolsek Nanga Mahap IPTU Ambril, SH., M.Ap mengungkapkan kronologis kejadian, korban diketahui bernama Patrisia Heni (45) warga desa Cenayan kecamatan Nanga Mahap.

Pada hari Selasa (12/11/2019) sekira pukul 06.30 WIB, korban menyampaikan kepada kedua anaknya Supandi dan Yulianti bahwa ia hendak pergi ke ladang, kemudian kedua anaknya berangkat ke sekolah.

Sedangkan suami korban Antonius saat kejadian tidak berada di rumah, sudah 2 (dua) menginap di ladang.

Sepulangnya dari sekolah pukul 12.35 WIB, kedua anak korban melihat pintu rumah dalam keadaan terbuka, namun tidak orang di dalam rumahnya. 

Di dalam rumah tepatnya di dinding dapur terlihat tulisan menggunakan arang yang tertulis "SELAMAT UDAH PUAS DI CENAYAN HARI SAYA PERGI NONG ADA UANG 50.000 SIMPA MAMA DI ATAS LEMARI MAMA BERDIAM DI WATAS JEMADI". 

Mengetahui hal tersebut kemudian kedua anak korban mendatangi kebun milik Jemadi yang berjarak kurang lebih 200 meter.

Setibanya di kebun, kedua anak korban terkejut melihat ibunya dalam keadaan gantung diri di dahan pohon Kakao menggunakan tali yang terbuat dari kulit kayu Kepuak yang terikat pada leher korban.

Mendapati kejadian tersebut kedua anak korban melaporkan kepada tetangga dan warga sekitar. Sekira pukul 15.00 WIB, anggota Polsek Nanga Mahap tiba di tempat kejadian.

Petugas kemudian melakukan olah TKP di tempat kejadian. Saat ditemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.

Secara Kasat mata tidak tampak adanya tanda-tanda kekerasan pada bagian tubuh korban.

Petugas juga telah menjelaskan kepada keluarga korban, bahwa terhadap jenazah korban perlu dibawa ke Puskesmas Nanga Mahap untuk dilakukan Visum Et Repertum dan juga dilakukan autopsi namun pihak keluarga korban menolak.

Keterangan dari pihak keluarga sendiri, korban sudah lama menderita sakit kepala dan sudah pernah mengalami hilang ingatan serta sudah pernah berobat ke Puskesmas Perawatan Jiwa Selalong.(Didi)

BUPATI SINTANG BUKA ACARA EXPOSE PROYEK FIP 1 REDD+

Posted by On November 12, 2019

Sintang - Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.PH membuka kegiatan expose proyek forest Investment program I dan rencana pembentukan kelembagaan pendukung REDD+ di ruang pertemuan Hotel My Home Sintang, Selasa (12/11/2019). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Direktorat Bina Usaha Perhutanan sosial dan Hutan Adat Direktorat Jenderal Perhutanan dan Kemitraan Lingkungan.

“Pemerintah mesti turun tangan untuk bekerjasama menindaklanjuti inisiatif masyarakat dalam melindungi tanah, hutan dan air mereka. Mereka menjaga hutan untuk membangun proteksi dari sawit, dan menjaga keberadaan hayati tertentu. Itu semua kan untuk mencapai kelestarian,” kata dr. Jarot. 
Menurut Bupati Sintang, pemerintah daerah telah mengusahakan dan mendorong pengadaean program sawit yang lestari. Sintang sangat berkomitmen terhadap kawasan hutan yang ada. Pemda Sintang juga menginisiasi pembentukan lingkar temu kabupaten lestari. Selain itu, dilakukan pula proses pembuatan kebijakan yang holistik dalam upaya pergeseran dari ekonomis ektraktif ke ekonomi kreatif. 

“Kita ingin seimbang antara ekonomi, livelihood (penghidupan masyarakat) dan sosial budaya agar jadi sustainable(lestari). Agrososioforestry yang baik menjadi harapan kami sebagai hasil dari program EPFI ini,” tutup dr. Jarot. 

Direktur Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat, Ir. B. Herudojo Tjiptono, MP pihaknya saat ini sedang berfokus untuk membangun kelembagaan terkait REDD+ di Kabupaten Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu. Proses ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program tersebut. Hasil akhir dari fasi pertama ini, adanya kelembagaan ditingkat kabupaten. 

“Kita sudah lakukan study kelayakan pada tahun 2012 untuk proyek ini. sekarang ini dilakukan penyesuaian dengan kondisi dilapangan yang ada, ini merupakan hasil dari salah satunya dari expose kita hari ini,” ungkap Heru. 

Hasil ini akan didiskusikan dengan Asian Development Bank selaku donator proyek. Setelah ini ada tahapan pada pengurusan kebijakan fiskalnya. Sebelumnya ada proses kegiatan fisik berupa kegiatan tanam-menanam. 

“Kami berharap bupati sintang mendukung sepenuhnya kegiatan ini, kita sendiri akan selalu berusaha untuk berkoordinasi selama pengerjaan proyek ini,” pungkas Heru. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah perwakilan NGO yang ada di Kabupaten Sintang serta sejumlah tamu undangan dan perwakilan dari OPD terkait dilingkungan Kabupaten Sintang. (Sg/HMS)

BUPATI HADIRI UPACARA PEMBUKAAN KEGIATAN KARANG PAMITRAN DAERAH KALBAR 2019

Posted by On November 12, 2019

Sintang -  Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH menghadiri upacara pembukaan Kegiatan Karang Pamitran Daerah Kalimantan Barat tahun 2019 di Stadion Baning Sintang, Selasa (12/11/19) pagi. Upacara tersebut di pimpin Gubernur Kalbar dalam hal ini di wakili Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar Sri Jumiadatin, yang sekaligus membuka kegiatan. Kabupaten Sintang merupakan tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini.

Hadir juga Danrem 121/ABW, Ketua Kwartir Daerah Pramuka Prov. Kalbar beserta jajaran pengurusnya, Unsur Forkopimda, unsur OPD Kabupaten Sintang, para peserta dari 14 Kabupaten/Kota se-Kalbar dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan Kabupaten Sintang merasa sangat terhormat dapat menjadi tuan rumah bagi para pembina pramuka se-kalimantan barat. “terima kasih pula atas kepercayaan kwartir daerah kalimantan barat yang telah menunjuk sintang menjadi tempat pelaksanaan karang pamitran tahun 2019 ini”ucapnya.
Terlebih lanjut Jarot hal ini sangat sejalan dalam salah satu poin visi dan misi yang digagas oleh pemerintah Kabupaten Sintang, dimana  ingin mewujudkan masyarakat Bumi Senentang ini yang cerdas dan sehat.  Oleh karena itulah diperlukan suatu organisasi yang dapat mewadahi kebutuhan kaum muda untuk belajar sekaligus bergerak dan membentuk karakter mereka. dalam hal ini, peran pemerintah melalui keberadaan gerakan pramuka menjadi sangat penting. 

“melalui gerakan pramuka kepribadian anak-anak muda dibentuk sehingga memiliki kecakapan hidup untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan di lingkungannya”tuturnya.

Sebagaimana terangnya, dalam undang-undang nomor 12 tahun 2010 tentang gerakan pramuka, disebutkan bahwa kegiatan pendidikan kepramukaan dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan spiritual dan intelektual, keterampilan dan ketahanan diri melalui metode belajar interaktif. Sebab itulah, untuk mencapai hal tersebut perlu peran para pembina yang cakap, mumpuni dan selalu mau belajar untuk meningkatkan diri, khususnya lewat acara karang pamitran ini. Untuk itulah pada kesempatan ini Jarot mengingatkan, sebagai sebuah gerakan, Pramuka itu akan menghadapi tantangan-tantangan seperti pengaruh gadget dan narkoba bagi kaum muda. 

“anak-anak kita terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gadgetnya sehingga selain terpapar dengan konten yang negatif kondisi ini juga kurang baik bagi kesehatan dan pertumbuhan fisik mereka kurangnya aktivitas”ungkap Jarot.

Bahkan jelasnya, keberadaan narkoba, kurangnya wadah untuk mereka berekpresi dan menyalurkan energi dapat membuat anak-anak menghabiskan waktu bergaul dengan teman-teman yang terlalu having fun sehingga mudah untuk terkontaminasi untuk menggunakan narkoba. Selain itu juga menurutnya, tantangan yang juga di hadapi yakni dengan adanya kondisi masyarakat ekonomi asean (mea) dan jelang bonus demografi di indonesia termasuk di sintang yang menyebabkan tingginya persaingan di berbagai bidang kehidupan mensyaratkan personal yang tangguh dan berkarakter. 

“bila kaum muda kita tidak cukup disiapkan dikhawatirkan akan menjadikan kita bukan lagi generasi pemenang di indonesia emas 2045. kepada para pembina dan pengurus gerakan pramuka yang hadir dalam perkemahan ini, saya harapkan terus mengaktifkan gerakan pramuka dan menginovasi program serta kegiatan pramuka yang ada agar menjadi kekuatan untuk menyadarkan, membina, dan menyediakan lingkungan yang berkualitas bagi kaum muda kita”tutupnya. 

Sementara itu Gubernur Kalbar dalam sambutannya yang di bacakan oleh Asisten I Setda Provinsi Kalbar Sri Jumiadatin mengatakan kegiatan ini sangat sejelan dengan visi Gubernur salah satunya yaitu mewujudkan masyarakat sehat, cerdas, produktif dan inovatif, sehingga untuk mencapainya di perlukan dukungan semua pihak agar masyarakat kalbar yang sejahtera dapat tercapai dan salah satu stakeholder yang telah banyak berkiprah dan mendarmabhaktikan dirinya dalam pembanguan tidak hanya skala provinsi tapi juga nasionak bahkan Internasional adalah Pramuka. 

"Kiprah pramuka di berbagai bidang patut kita apresiasi dan di dukung untuk keberlanjutannya, terlebih diera pambanguan nasional saat ini yang dihadapkan makin kompleknya berbagai masalah dan tantangan seperti maraknya korupsi, terpaparnya radikalisme dan terorisme serta penyalahangunaan narkoba menjadi tantangan besar bangsa ini termasuk di kalbar, nah di disini peran Pramuka juga di perlukan untuk membantu pemerintah mencegahnnya"kata Sri.

Masih lanjut Sri, melalui gerakan pramuka ini menjadi sebuah harapan bersama, agar organisasi ini dapat turut serta dalam mensukseskan pembangunan nasional terutama di kalbar, terlebih kalbar ini memiliki daerah yang sangat luas yakni 147. 307 (seratus empat puluh tujuh ribu,tiga ratus tujuh) kilometer persegi, dengan jumlah penduduk 5.427.075 (lima juta empat ratus dua puluh tujuh ribu tujuh puluh lima) jiwa. Dimana dari jumlah tersebut terdapat 1.255.700 (satu juta, dua ratus lima puluh lima ribu, tujuh ratus) jiwa adalah pemuda. Sehingga kegiatan ini tidak hanya dijadikan kegiatan seremonial tatapmuka belaka, tapi selain merupakan program kerja tentu sebagai bentuk konsolidasi sinergitas antar sesama jajaran pramuka dengan pemda dan masyarakat.

"Diharapkan melalui kegiatan ini disampaikan hasil pembangunan kepemudaan, fisik dan sosial daerah, pramuka dapat menjadi motor pembanguan kepemudaaan didaerah melalui program yang konstruktif dan menjadi motivator yang handal bagi para peserta yang merupakan anak-anak muda"ujar Sri.

Selain itu lanjutnya, turut juga ikut bersama pemerintah membangun nilai-nilai moral, sikap pemuda yang agamais dan berbudaya dalam dinamika pembangunan bangsa yang penuh tantangan terutama ancaman perpecahan dan kerusakan moral pemuda dengan maraknya peredaran napza. 

"Yang paling tidak kalah pentinya adalah ikut serta menjaga persatuan, kesatuan dan keutuhan NKRI dengan berlandaskan nilai-nilai pancasila. Untuk itulah diperlukan sinergitas berasana dalam meningkatkan kualitas SDM yang ada yakni para pemuda"tutup Sri.

 Rilis : Humpro Pemda Sintang
Editor : L.Sugiarto

PANEN CABAI DAN MADU KELULUT, BUPATI SINTANG PESANKAN TINGGALKAN KEGIATAN EKONOMI EKSTRAKTIF

Posted by On November 11, 2019

Sintang - Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri sekaligus melakukan panen cabai dan melihat langsung proses cara memanen madu dihasilkan oleh binatang kelulut yang didemonstrasikan oleh salah satu seorang petani setempat, kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Baning Panjang, Kecamatan Kelam Permai, pada  Senin, (11/11/2019).

Hadir pula pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang. 
Dalam sambutannya, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa Kabupaten Sintang merupakan Kabupaten yang berkelanjutan, “tentu saya senang hadir disini, karena Kabupaten Sintang sudah sepakat bahwa kita ini merupakan Kabupaten yang berkelanjutan, jadi tanah yang ada di Kabupaten Sintang ini diatur dengan baik, salahsatunya ialah pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan pertanian”, kata Jarot. 

Jarot mengingatkan bahwa jangan ada lagi kegiatan ekonomi ekstraktif yang mengeksploitasi sumber daya alam, “jangan hanya sawit, karet dan sahang terus yang ditanam, itu namanya ekonomi ekstraktif, ekonomi yang mengeksploitasi sumber daya alam, kegiatan ekonomi seperti itu harus kita tinggalkan, dan memulai dengan ekonomi kreatif”, ujarnya. 

Sambung Jarot, ekonomi kreatif itu seperti inilah, yakni melakukan penanaman berbagai macam tanaman, “ayo kita bergeser ke ekonomi yang kreatif, yang memiliki pembaharuan trobosan yang baik, salah satunya seperti di Desa ini yakni memiliki perkebunan cabai dengan jenis cabai cakra, kemudian membudidayakan madu kelulut, dan juga ada di Desa lain yang menanam teh”, sambungnya.
Dengan adanya kegiatan panen cabai dan budidaya madu kelulut ini, Bupati Sintang mengharapkan Desa Baning Panjang untuk menentukan salah satu produk unggulan desa untuk dimasukkan kedalam Program Pengembangan Ekonomi Masyarakat (P2EMAS), “jadi apa yang dilakukan disini itu, pertama desa harus menentukan apa yang difokuskan produk unggulan desanya, kalau mau holtikultura ya semuanya harus holtikultura, kalau mau cabai ya cabai, kalau mau madu kelulut ya madu kelulut, tentukan dulu apa produk unggulan desanya melalui musyawarah desa, kalaulah sudah ditentukan segera lapor kepada Pemerintah Kabupaten agar bisa dimasukkan kedalam Program P2EMAS”, tambahnya. 

Karena, lanjut Jarot, kalau Desa sudah mendapatkan program P2EMAS,maka bisa mendapatkan bantuan, “kalaulah desa kita sudah masuk program P2EMAS, nanti itu ada dana nya,bisa diproses, kalau dulu satu desa itu mendapat jatah sekitar 250 juta, bisa berupa barang,bisa juga berupa kegiatan penyuluhan, dan juga perlu difikirkan masalah kelompok tani, apa yang diperlukan akan dibantu semua ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani”, ucap Jarot. 

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Cakra Mandiri, Hadi Sunoto menceritakan perjalanan pertanian yang dilakukan oleh Kelompok Tani Cakra Mandiri, “pada tahun 2015, kita keluarkan modal pribadi untuk menanam cabai sebesar 50 juta, dengan rincian 10 juta beli tanah, 5 juta pembebasan lahan karet, kemudian beli bibit dan pupuk, Alhamdulillah berhasil sampai 2016, kemudian pada tahun 2016 kami mencoba menanam Jeruk sambal hasilnya bisa dipanen”, kata Hadi Sunoto.

Masih Hadi Sunoto menceritakan perjalanannya, ditahun 2016 dan 2018 pernah mencoba trobosan tanaman baru tetapi mengalami gagal panen, “ditahun 2016 bersamaan dengan penanaman jeruk sambal kita juga menanam sahang dan jahe,namun mengalami gagal panen, kemudian di tahun 2018, kita mencoba menanam buncis sama timun namun juga gagal”, ujarnya.

Tetapi, sambung Hadi Sunoto, ditahun 2017 dan ditahun 2019 disini tetap menanam cabe dan hasilnya bisa dipanen, “dengan kegagalan dibeberapa tahun lalu, kami tidak putus asa, kami terus menerus untuk menanam cabai, dan pada bulan Juni-Juli 2019 disaat kemarau, kami menanam cabai, Alhamdulillah pada bulan November ini bisa dipanen”, sambungnya. 
Hadi Sunoto berharap kepada Pemerintah agar dapat memperhatikan pertanian di wilayah Desa Baning Panjang ini, “jadi kami ditahun 2020 ada rancangan dan rencana untuk memperluas lapangan pekerjaan, saya mohon agar Pemerintah memberikan bantuan kepada kami dalam bentuk apapun, dan apa yang akan kami ajukan ditahun 2020 agar dapat ditanggapi”, harapnya.

Secara terpisah, salah satu petani setempat, Abdul Gani, menjelaskan penanaman cabai dari awal hingga dipanen serta total yang dihasilkan dalam per-hektarnya, “untuk cabai itu dari mulai nanam hingga panen bisa mencapai 5 bulanan lamanya, kemudian dari total luas 1,5 hektar lahan cabai, kami tanam 1 hektar itu bisa mencapai 10 ton cabai, dan hasil dari panen cabai tersebut kami jual ke Kota Sintang dan Kota Pontianak”, jelasnya. 

Kemudian, Abdul Gani menjelaskan persoalan pembudidayaan madu kelulut di Desa Baning Panjang, “untuk madu kelulut sendiri, penjualannya sudah sampai ke Pulau Sumatera, Tanggerang, dan Jawa Timur, kami disini sistem penjualannya itu bukan perkilo, kalau sudah panen kami hitung harga perliter, harga perliternya itu kalau dijual diluar pulau Kalimantan kami jual Rp.600.000 perliter, kemudian madu kelulut itu diambil dengan cara disedot, agar tidak terkontaminasi langsung dengan tangan, sehingga madu terjamin kesterilannya”, sambungnya (red/HMS)

BUPATI SINTANG RESMIKAN LISTRIK MASUK DESA DAN BEDAH RUMAH DI DESA SUNGAI LABI

Posted by On November 11, 2019

Sintang - sudah 74 tahun Indonesia Merdeka, baru ditahun 2019 ini, Desa Sungai Labi teraliri oleh jaringan listrik, berkat perjuangan sang kepala Desa Sungai Labi untuk mendapatkan aliran listrik di Desanya, tentu masyarakat merasa merdeka karena Desa mereka sudah masuk jaringan listrik, tak hanya itu, Desa Sungai Labi juga mendapatkan jatah bantuan program Rumah Tidak Layak Huni atau rumah yang tidak layak dihuni kemudian direnovasi menjadi lebih layak huni, kedua program tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno yang ditandai dengan pengguntingan pita,  pada Senin, (11/11/2019), bertempat di Desa Sungai Labi, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang.
Dalam sambutannya, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa masyarakat sudah bisa menikmati apa itu kemerdekaan, tetapi masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, “pada hari ini kita sudah merasakan setengah kemerdekaan, karena listrik sudah masuk ke Desa kita, tetapi belum merasakan kemerdekaan yang sepenuhnya, karena jalan menuju Desa Sungai Labi masih belum memadai, dan perlu perhatian serta menjadi PR Pemerintah saat ini”, kata Jarot.

Selain jalan yang masih belum memadai, sambung Jarot dalam sambutannya, bahwa persoalan teknologi dan pendidikan di Desa Sungai Labi ini masih sangat kurang, “untuk menunjang teknologi pastinya memerlukan sinyal untuk kita bisa mengakses informasi melalui handphone, kemudian anak-anak kita juga belum semuanya mendapatkan pendidikan yang berkualitas, sebab guru masih kurang, SD juga masih SD kelas jauh”, sambung Jarot.
Akan tetapi, lanjut Jarot, dengan program jaringan listrik yang sudah masuk ke Desa Sungai Labi patut di syukuri karena dapat menghemat biaya pengeluaran masyarakat, “tentunya kita bersyukur, program listrik masuk desa telah masuk ke Desa Sungai Labi ini, dengan adanya jaringan listrik masuk desa, maka biaya hidup lebih hemat, dibandingkan kalau belum ada listrik, kita perlu bahan bakar untuk mengisi mesin-mesin pembangkit listrik, seperti genset, dompeng”, lanjutnya. 

Masih kata Bupati Sintang, kemudian terkait program Rumah Tidak Layak Huni atau Bedah rumah tersebut akan membuat desa menjadi naik levelnya, “yang kedua program bedah rumah sudah masuk juga ke desa ini, meskipun baru 30 rumah yang sudah direnovasi atau dibedah, tetap harus bersyukur, semoga setiap tahunnya program renovasi rumah ini semakin bertambah, sehingga dapat meningkatkan level yang dulunya Desa Sangat Tertinggal menjadi Desa Tertinggal, dan nantinya akan bergerak maju menjadi Desa berkembang dan bahkan bisa menjadi Desa Maju”, ucapnya.

Terkait untuk menjadikan sebuah desa yang maju, Bupati Sintang dihadapan masyarakat menyampaikan empat pesan Presiden Republik Indonesia, “pertama kita tentukan Produk Unggulan Desa, terserah apa saja, padi, karet, cabai, ternak ayam boleh, kedua itu dirikanlah Badan Usaha Milik Desa, ketiga membuat embung, dan yang keempat membuat sarana olahraga desa, kalaulah sudah keempat itu dilaksanakan maka Desa Sungai Labi bisa menjadi Desa berkembang bahkan menjadi desa maju”, tambahnya.

 “saya berpesan kepada seluruh masyarakat di Desa Sungai Labi, kalau rumah sudah direnovasi,kemudian air bersih sudah masuk ke desa, tinggal kita tambah lagi pada setiap rumah harus ada kloset, kalau sudah ada kloset semuanya, kita bikin Peraturan Desa tidak boleh buang air besar sembarangan, harus BAB di kloset, karena BAB sembarangan dapat menyebarkan penyakit”, himbaunya. 

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Labi, Silpanus menceritakan perjuangannya untuk mendapatkan agar listrik bisa masuk ke desanya, “perjuangan saya untuk mendapatkan listrik ini tidaklah mudah, empat tahun berjalan dibawah kepemimpinan saya, Desa Sungai Labi ini terus saya perjuangkan masalah listrik, turun naik ke Pontianak, Sintang untuk memperjuangkan semua ini, dan pada akhirnya saya turut merasakan apa artinya itu Indonesia merdeka, karena jaringan listrik sudah masuk di Desa Sungai Labi”, ucapnya.

Masih kata Kepala Desa, bahwa selain program listrik masuk desa, Pemerintah juga memberikan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni artinya bedah rumah, “itu maksudnya rumah yang sudah tidak layak dihuni akan direnovasi sehingga menjadi layak huni, untuk di Desa Sungai Labi ini mendapatkan jatah 30 unit pembangunan renovasi rumah, dengan harapan bisa meningkatkan status dari Desa Sangat Tertinggal menjadi Desa Tertinggal”, katanya. 

Silpanus berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sintang untuk memperhatikan sarana penunjang seperti jalan masuk menuju ke Desa Sungai Labi, “usulan saya pak Bupati ialah kedepannya dari Desa Landau Kodam sampai ke Desa Sungai Labi sekiranya jalan bisa diperbaiki, melalui program UPJJ, karena saat ini jalannya cukup parah padahal jaraknya agak dekat, kemudian untuk SD kami meminta agar SD disini segera di Negeri kan, itu usulan saya pak”, harapnya kepada Bupati Sintang (red)

Agrianus Hadiri Rapat Penyepakatan Peraturan Zonasi (Pz) Dan Penyusunan RDTR Sungai Ringin

Posted by On November 11, 2019

SINTANG-Anggota DPRD Sintang Agrianus tampak hadir dalam acara rapat penyepakatan Peraturan Zonasi (PZ) dan indikasi program dalam rangka penyusunan Rencana Detail Tata Ruang ( RDTR ) wawasan industri sungai dingin yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kementerian Agraria Dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional, di Aula Hotel My Home Sintang, Senin (11/11/19) pagi. 
Dalam kegiatan tersebut ia mengatakan, proses rencana detail tata ruang ini harus inklusif, dimana harus melibatkan pemangku kepentingan, lurah, kepala desa, masyarakatnya maupun pihah terkait lainnya harus dilibatkan semuanya. “kemudian harus inovatif dan juga bekelanjutan. Jadi model perencanaan tata ruang ini harus berkelanjutan, seperti adanya penanaman pohon baru, sistem pembuangan limbahnya seperti apa, lalu buangnya kemana, sistem drainasenya juga seperti apa,katanya. Ia juga sependapat dengan Bupati Sintang Jarot Winarno yang mengatakan, dalam perencanaan detail tata ruang itu nantinya akan di ketahui dimana harusnya lokasi yang di tentukan, misal jika kita ingin menamam tanaman cabai, sahang dan lainya itu dimana bagusnya. Begitu juga jika ingin membangun sebuah pubrik itu harus di tempat yang sesuai. “rencana detail tata ruang kawasan industri sungai ringin ini nanti akan jadi pubrik domain, dan terintegrasi serta sesuai standar online single submission, kemudian dia masuk dalam workplacenya kementrian ATR BPN”ujarnya menirukan Jarot. Dikatakan Politisi Golkar ini, proses ini mendemontrasikan kepada kita dua hal, yang pertama sudah di pilih pendekatan sustainable atau Sintang Lestari dan yang kedua adalah pendekatan untuk open goverment 2030 mendatang akan terdemontrasikan dimana nanti saatnya kalau dokumennya sudah jadi maka semua orang bisa melihat atau memiliki akses yang sama,ujarnya(ms)

Kepala Pengadilan Negeri Sanggau Arief Boediono Lantik Pimpinan DPRD Sekadau

Posted by On November 11, 2019

Sekadau - Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah dan Janji Pimpinan DPRD Kabupaten Sekadau, masa jabatan 2019-2024. dilaksanakan pada Senin (11/11) 2019 bertempat diruang Rapat Utama DPRD Kabupaten Sekadau.

Rapat pengambilan sumpah dan janji pimpin DPRD dipimpin oleh ketua DPRD sementara, Radius Efendi didampingi, Wakil ketua, Handi, dan Zainal, Bupati Sekadau, Rupinus, Wakil Bupati Sekadau, Aloysius.

Ketua Pengadilan Negeri Sanggau Arief Boediono saat pengambilan supmah dan janji didampingi oleh Imam Katolik dan ulama Muslim.
Usai dilanti,Ketua defenitif DPRD Radius Efendi mengucapkan terimakasih kepada para peserta paripurna yang telah menghadiri acara pengambilan sumpah dan janji ketua dan wakil ketua DPRD Kabupaten Sekadau, sehingga acara berjalan dengan lancar. 

"Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu pimpinan DPRD terutama kepada sekretariat dewan Kabupaten Sekadau," ucapnya. 

"Dengan dilantiknya kami, tentu amanat dan tugas selama 5 tahun bukanlah tugas yang ringan. Oleh karna itu, saya berharap dukungan dari saudara, rekan-rekan DPRD Sekadau dan doa masyarakat Kabupaten Sekadau. 

Marilah kita bersama-sama membangun sekadau yang kita cintai ini  sehingga membawa kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sekadau umumnya," ajak Radius Efendi. 

Sebagai unsur pimpinan, pihaknya akan melakukan tugas dan kewenangan  untuk bembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) secepatnya.Karena dengan telah dibentuknya AKD, DPRD baru dapat melaksanakan tugas dan fungsinya jelas Radius Efendy.

Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Asisten Administrasi dan Umum Kalbar, Sekundus mengatakan, pengucapan sumpah janji merupakan tindak lanjut dari surat  keputusan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) nomor 1325/PEM/29 Oktober 2019 tentang peresmian, pengangkatan pimpinan DPRD Kabupaten Sekadau masa jabatan 2019-2024 yang telah menetapkan Radius Efendi sebagai ketua DPRD, Handi dan Zainal sebagai Wakil ketua DPRD Kabupaten Sekadau. 

"Kepada ketua dan wakil ketua DPRD yang baru saja dilantik saya ucapkan selamat mengemban tugas sebagai wakil rakyat, selamat melaksanakan tugas lakukan fungsinya," ucapnya. 

Sambutan Gubernur Kalbar yang dibacakan oleh Asisten Administrasi dan umum mengatakan, dalam melakukan hal tersebut diatas, maka kepala daerah dan pimpinan DPRD wajib bersinergi dan melakukan hubungan kemitraan yang baik. 

"Saya yakin saudara mempunyai hubungan yang harmonis antara kepala daerah dengan pimpinan DPRD," sambung dia. 

Ia juga mengatakan, keberadaan pimpinan DPRD sangat strategis. Oleh karnanya pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyambut baik, karna pimpinan DPRD sebagai penghubung dengan pemerintah daerah. 

"Saya mengingatkan, bahwa setiap pekerjaan dan tugas sesungguhnya merupakan tanggung jawab dan merupakan profesionalitas dan proforsionalitas. Selamat bertugas, dengan harapan terciptanya pemerintah daerah yang baik dan akan membawa angin segar untuk pemerintah Provinsi Kalimantan Barat," harapnya.


Hadir pada acara ini, Para Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Kapolres Sekadau, Dandim 1204 Sanggau, Kepala Kejaksaan Negeri Sekadau, SKPD Pemkab Sekadau,  ketua KPU Sekadau, Bawaslu Sekadau Camat, Kepala desa dan Undangan.

Penulis.   Sudarno
Editor.      Tim Redaksi

BUPATI SINTANG HADIRI PEMBUKAAN KEGIATAN PENILAIAN LOMBA SEKOLAH SEHAT

Posted by On November 11, 2019

Sintang - Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.PH menghadiri acara pembukaan kegiatan penilaian lomba sekolah sehat tingkat provinsi Kalimantan Barat di SMKS Kartini Sintang, Senin (11/11/2019). 

“SMKS Kartini ini langganan pemenang sekolah sehat tingkat kabupaten,” ungkap dr. Jarot. “Saya bahagia bisa disini. Saya bangga dengan anak-anak SMK Kartini ini,” tambahnya.
Bupati juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran tim penilai yang akan melakukan proses peninjauan di TK Bhayangkari Sintang, SDN 11 SP 2 Pandan Kecamatan Sungai Tebelian, SMPN 4 Desa Lundang Kecamatan Dedai dan SMKS Kartini Sintang. Ia berharap sekolah-sekolah tersebut akan mendapat peringkat juara. 

Bagi SMKS Kartini sendiri, merupakan kali kedua ikut serta dalam lomba ini. Tahun lalu, sekolah yang telah berdiri sejak 1977 ini meraih peringkat ke-5. Bupati Sintang memberikan pantun pujian untuk sekolah yang dipimpin suster Maria Suriti ini.

Sumandyo, ketua tim penilai dari provinsi menyebutkan bahwa tim yang dipimpinya terdiri dari berbagai lintas sektoral. Tim penilai ada dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Kantor Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Provinsi Kalimantan Barat, Tim Pengurus PKK Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Kesehatan. 

“Kami berharap semoga proses penilaian dapat berjalan baik dan lancar,” kata Sumandyo. “Mudah-mudahan hasil yang dicapai dapat baik bagi semua pihak. Hasil penilaian yang dikumpulkan, semoga juga bisa digunakan untuk menjadi dasar progress bagi sekolah selanjutnya,” imbuhnya.

Kegiatan lomba sekolah sehat diadakan setiap tahun. Tujuannya untuk menanamkan pendidikan dan membiasakan perilaku hidup besih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekolah serta untuk menanamkan karakter positif kepada para siswa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sintang, Lindra Azmar, Kepala Dinas Sosial Sintang, Arbudin, dan sejumlah OPD di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang.(Sg/HMS )