HEADLINE NEWS

Kategori

Asisten Ekbang Sintang Buka Rakor Pengawasan Penyaluran Pupuk dan Pestisida

Posted by On Oktober 22, 2019

Sintang - Wakil Bupati Sintang yang diwakili oleh Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Helmi membuka pelaksanaan Rapat Evaluasi dan Koordinasi Pengawasan Penyaluran Pupuk Subdidi dan Pestisida di Kabupaten Sintang pada Selasa, 22 Oktober 2019 di Balai Ruai Kompleks Rumah Dinas Bupati Sintang. 
Dihadapan anggota Tim Pengawasan Pupuk dan Pestisida di Kabupaten Sintang 
Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Helmi menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang susah mendukung kegiatan ini yang sudah jauh - jauh datang kesini. Baik yang di kecamatan sintang maupun diluar kecamatan sintang. Pemerintah sangat berterimakasih pada pihak yang bersangkutan, karna pada saat ini. Untuk subsidi pupuk di kabupaten sintang sudah terpenuhi.
Pemerintah kabupaten sintang juga sangat mendukung tentang program penyaluran pupuk. Terimakasih juga kepada para kepala OPD yang terkai, Stakholder, dan tim - tim yang terlibat  dalam penyaluran pupuk dan pestisida ini.
 “Bapak Bupati Sintang sudah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: 521.34/150/KEP-DPP/2019 tanggal 31 Januari 2019 tentang Tim Pengawasan Pupuk dan Pestisida di Kabupaten Sintang, saya berharap, tim ini bisa bekerja maksimal dalam mengawasi distribusi pupuk dan pestisida di Sintang” terang Helmi.
Dihadapan anggota Tim Pengawasan Pupuk dan Pestisida di Kabupaten Sintang Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Helmi menyampaikan pupuk bersubidi merupakan salah satu program penunjang yang di kucurkan oleh pemerintah pusat untuk membantu para petani ekonomi lemah dan yang memiliki lahan garapan tidak lebih dari 2 hektar dalam memenuhi kebutuhan pupuknya.
“Pemerintah dalam hal ini telah mengucurkan anggaran yang cukup besar dengan mensubsidi beberapa jenis pupuk yang dibutuhkan oleh petani, khususnya dalam program ketahanan pangan menuju swasembada pangan. Sehingga distribusinya harus diawasi dengan baik” tambah Helmi.
Untuk mendapatkan jatah pupuk bersubsidi petani harus tergabung dalam kelompok tani yang sudah terdaftar dengan Simlun dan membuat RDKK untuk diajukan kepada pihak pengecer atau distributor dalam mendapatkan pupuk bersubsidi tidak bisa sembarangan, karena merupakan barang yang diawasi dalam pendistribusiannya.
Tim Pengawasan Pupuk dan Pestisida  Kabupaten Sintang yang terdiri dari pihak Kodim, Kejaksaan, Kepolisian, Disperindagkop, Dinas Ketahanan Pangan, BAPPEDA dan beberapa lintas sektoral yang tergabung dalam tim.(Red)

Kapolsek Sungai Tebelian Membenarkan Ada Gantung Diri Di Simpang Pandan

Posted by On Oktober 20, 2019

Sintang -Warga Sungai Ukoi dihebohkan ada gantung diri yang terjadi di Dusun pandan Desa Sungai Ukoi, yang terjadi diperkirakan sekitar tengah malam, yaitu minggu subuh 20-10-2019, oleh seorang wanita muda atas nama Yusta Yustina Asari di rumahnya dengan menggunakan tali sabuk karate warna putih dan kursi warna biru.
Kejadian tersebut dibenarkan oleh kapolsek Sungai Tebelian IPDA  Diondi Asido Manik S.Tr.K saat ditemui di kantornya, saat dikonfirmasi media ini, ya benar,  kami mendapatkan laporan warga,  dan anggota kami langsung ke TKP, dan tindakan yang kami lakukan, membawa korban ke rumah sakit untuk di visum, selain itu. Kami juga mengumpulkan beberapa alat bukti, serta minta keterangan dari keluarga dan warga sekitar, jelas Manik. 


IPDA Diondi Asido Manik juga menjelaskan bahwa dari keterangan yang kita peroleh dilapangan, dan juga keterangan saksi-saksi yang merupakan orang tua korban yaitu Abraham Derawan menerangkan bahwa kejadian awal mendapati anaknya saat bangun tidur sudah tergantung di lorong pintu dapur  sekitar jam 6 pagi, minggu 20 oktober 2019 sudah tergantung dan sudah dalam keadaan tidak bernyawa, dan kemudian menurunkan anaknya (korban) ke lantai, dan memeriksa tapi ternyata sudah tidak bernyawa,  selanjutnya orang tua korban menghubungi pihak keluarga untuk menghubungi Polsek Sungai Tebelian, jelas IPDA Diondi Asido Manik. 

Masih lanjut kapolsek Sungai Tebelian IPDA Diondi Asido Manik bahwa motif kejadian yang kita peroleh dan keterangan yang kita kumpulkan adalah penyebabnya gara-gara asmara, hal ini diketahui seminggu yang lalu diputuskan oleh pacarnya, berinisial E alias edo, yang juga masih sekolah kelas X di SMKN 1 Sintang, dan korban sendiri masih duduk dibangku sekolah kelas X SMAN 1 Sungai Tebelian, jelasnya 

Dari gejala awal, memang korban dalam beberapa hari ini, selalu murung,  dan sering melamun, serta mengurung diri di kamar,  dan korban juga sering ditanya oleh rekan,  maupun orang tuanya tidak mau menjawab, dan lebih memilih diam,  dan saat sebelum kejadian, korban ini beberapa hari sebelum kejadian pernah minum Sprite dicampur obat Paramex, dan ditegur orang tuanya, dan membuat korban pusing dan mual, tetapi tidak ada apa-apa, terang IPDA Manik 

laporan  : Tinus Victoria

TERPILIH KEMBALI, WELBERTUS GELAR MISA DAN SYUKURAN

Posted by On Oktober 19, 2019

Sintang - Welbertus seorang pemuda yang selalu tampil sederhana ini terpilih kembali menjadi anggota DPRD Sintang periode 2019-2024. Dengan demikian, Welbertus sudah memasuki periode keduanya sebagai anggota DPRD Sintang. Atas keberhasilannya tersebut, Welbertus menggelar misa di Gereja Maria Ratu Semesta Alam Sungai Durian pada Sabtu, 19 Oktober 2019 sore. 
Misa yang dimulai pukul 17.00 tersebut dipimpin 11 orang pastor tersebut berjalan lancar dan diikuti oleh umat Paroki Maria Ratu Semesta Alam Sungai Durian maupun umat Paroki Kristus Raja Katedral Sintang. 
Pastor Paroki Kristus Raja Katedral Sintang Romo Yohanes Pranoto, Pr yang didaulat memberikan kotbah pada misa tersebut menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Welbertus ini adalah bentuk seseorang menyadari adanya peranan Tuhan dalam hidupnya. 
“perayaan misa ini untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan karena Welbertus sudah terpilih kembali sebagai anggota DPRD Kabupaten periode 2019-2024. Saya melihat sendiri sebelum terpilih Welbertus sudah banyak melakukan banyak hal untuk masyarakat. Beliau ini orangnya ringan tangan dan suka menolong. Itu sangat positif saat ini. Ini teladan yang ditunjukan oleh Welbertus” terang Romo Yohanes Pranoto, Pr
“kita juga tahu bahwa perjuangan waktu pemilihan legislatif kemarin sangat berat. Namun ternyata masyarakat banyak memilih Welbertus dan bisa terpilih kembali. Sebagaimana Abraham yang juga percaya akan kuasa Allah yang akan memberikannya keturunan meskipun Abraham sudah lanjut usia. Inilah contoh keimanan  yang sangat kuat. Percayalah bahwa roh kudus akan bekerja pada diri kita” tambah Romo Yohanes Pranoto, Pr 

“hari ini Welbertus berterima kasih kepada Tuhan  dan percaya bahwa keberhasilan ini juga berkat bantuan banyak orang. Misa syukur ini juga bukti bahwa Welbertus dan keluarga menyadari adanya peran Tuhan dalam keberhasilan ini. Contoh lain adalah bahwa kita harus selalu memberi kepada sesama dan dekat dengan siapa saja. Tugas kedepan akan sangat berat. Maka teruslah berdoa dan mengedepankan Tuhan. Kedepan tantangan dunia politik akan semakin berat. Tetaplah berusaha dan berdoa” saran Romo Yohanes Pranoto, Pr
Sementara Welbertus usai pelaksanaan misa menyampaikan bahwa apa yang disarankan dan nasihat dari Pastor Yohanes Pranoto sangat berat bagi saya untuk dilaksanakan. “mohon bimbingan dari pastor dan umat yang ada. Misa ini kami laksanakan sebagai bentuk syukur kami kepada Tuhan. Kami merasakan Tuhan sangat luar biasa kepada kami sehingga kami bisa terpilih kembali sebagai anggota DPRD Kabupaten Sintang” terang Welbertus.
“perjuangan politik saat pemilihan legislatif kemarin memang luar biasa. Saya menyadari keberhasilan ini berkat campur tangan Tuhan dan bantuan banyak pihak. Terima kasih atas bantuan semua pihak termasuk rekan-rekan calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dapil I. terima kasih dukungan para tokoh umat, dan seluruh umat yang sudah memberikan suaranya untuk saya dan PDI Perjuangan. Selain mensyukuri atas terpilihnya saya dan sudah dilantik, kami sekeluarga juga  bersyukur karena baru saja melewati usia 21 tahun pernikahan  kami. Meskipun sudah menikah selama 21 tahun, tetapi rasanya masih tetap gantenglah” ucap Welbertus disambut tawa umat yang hadir. 
“Teruslah mengingatkan saya dalam menjalankan tugas dimasa datang. Dukungan doa dan saran akan sangat membantu kami dalam bekerja lima tahun mendatang” tutup Welbertus. Usai pelaksanaan misa, acara dilanjutkan dengan makan malam dan ramah tamah yang dilaksanakan di halaman parkir Gereja Maria Ratu Semesta Alam.(Sy/Red)

Anggota DPRD Sintang Julian Sahri Dorong Penuh Inovasi Desa.

Posted by On Oktober 19, 2019

SINTANG-Anggota DPRD Sintang Julian Sahri mendorong penuh Inovasi Perangkat Desa, ia mengatakan bahwa bursa inovasi desa melalui program inovasi desa diharapkan mampu memacu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif, ujarnya (17/10/2019

Ia juga menegaskan program inovasi desa (PID) merupakan salah satu bentuk dukungan kepada desa agar lebih efektif dalam penyusunan penggunaan dana desa sebagai investasi dalam peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. program inovasi desa dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi penguatan kapasitas desa yang diorientasikan untuk memenuhi pencapaian target melalui peningatan produktivitas perdesaan,katanya.
Politisi Gerindra ini menyampaikan bahwa inovasi desa adalah hal yang harus diprioritaskan di tahun 2019 ini. Inovasi bukan saja terjadi di kabupaten Sintang tetapi terjadi di seluruh Indonesia ini, mau tidak mau, suka atau tidak suka kita harus berinovasi, ini prioritas kita di tahun 2019, kita harus berubah dengan hal-hal baru yang kita munculkan untuk giat di pemerintah desa,ujarnya.
Ia juga mengungkapkan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan agenda nawa cita presiden tahun 2015-2019 dan dimasukan dalam undang-undang desa no 6 tahun 2014.dalam pengembangan rencana desa baik dari segi pembangunan yang berkualitas agar dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan kemandirian ekonomi serta mempersiapkan pembangunan sumber daya yang memiliki daya saing, katanya.
Pihaknya juga menyambut baik dengan dilakukan kegiatan bursa inovasi desa , kita patut apresiasi kegiatan ini, dengan terlaksananya kegiatan ini dapat memacu kepala desa dan masyarakat berlomba untuk menggali inovasi di desa masing-masing, terutama ibu PKK akan mengembangkan ilmunya yang telah dimiliki dan siap berkompeten sehingga memacu diri serta semangat ingin maju, bebernya.
Siman salah seorang warga Sintang juga mengapresiasi kegiatan Inovasi desa tersebut, dan harapannya kalau semua desa sudah biosa berkreasi tentu akan menjadi nilai lebih bagi desa tersebut pada khususnya, dan tentu akan berdampak pada kemajuan daerah juga,ujarnya(red).

Polres Sintang Ungkap 21 Kasus Operasi Panah Kapuas 2019

Posted by On Oktober 19, 2019

Sintang - Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi Dalam press Release bersama awak media di lobi Mapolres sintang,  mengungkap beberapa kasus selama operasi, terutama terhadap  kejahatan-kejahatan yang meresahkan masyarakat maupun terhadap penyakit-penyakit masyarakat yang masih marak dilakukan.
Upaya Polda Kalbar dalam melaksanakan tugas tersebut tergelar dalam operasi Panah dan Jaran yang dilaksanakan dengan fokus terhadap beberapa kasus, 4C (Curat, Curbis, Curas dan Curanmor) hal tersebut disampaikan pada Jum'at (18/10/2019)

Dalam operasi panah kapuas september dan oktober telah mengungkap sebanyak 21 Kasus dari total 36 Kasus yang menjadi TO antara lain:
1)      CURAT : 17 KASUS
2)      CURBIS : 4 KASUS
3)      CURAS :  
Dengan Jumlah total pelaku  19  orang terdiri dari proses sidik 19 orang, dengan Barang Bukti yang diamankan atau disita antara lain :
1) Ranmor R2  : 9 UNIT
2) HP : 8 UNIT
3) Uang : Rp.990.000,-
4) TV : 2 UNIT
5) Mesin shinsaw : 1 Unit
6) Gerobak : 1 Unit
7) Mesin Genset : 1 Unit.

Untuk OPS JARAN KAPUAS 2019 polres sintang telah pengungkap Ops Jaran dengan jumlah 10 Kasus dari total 10 Kasus yang menjadi TO antara lain CURANMOR 10 KASUS dengan Jumlah total pelaku  10  orang terdiri dari proses sidik 10 orang,  dengan barang bukti yang diamankan atau disita antara lain Ranmor R2 sebanyak 10 UNIT, jelas Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi.

Sedangkan yang terbaru yaitu kasus pembunuhan kepala sekolah SDN 24 Mensiap baru,  kecamatan Tempunak kabupaten sintang, pada hari kamis,  17 oktober 2019, dengan tersangka pelaku penusukan berinisial Fs, laki-laki kelahiran Batang, 01-07-1965, yang berprofesi sebagai buruh lepas yang tidak lain adalah mantan menantu atau suami dari ponakan dari korban sendiri, atas perbuatan tersangka terancam dengan pasal 338 KUHP ,Terkait Dugaan Tindak Pidana Pembunuhan atau menghilangkan nyawa orang. Jelas Adhe. (tinus)

Korban Tenggelam Di Nanga Taman, Di Temukan Sudah Tidak Bernyawa

Posted by On Oktober 19, 2019

Sekadau - Aparat gabungan dari Polsek Nanga Taman dan Koramil berserta Basarnas Sintang, dan BPBD Sekadau dibantu warga setempat berhasil menemukan korban tenggelam di sungai Nanga Mentukak desa Pantok kecamatan Nanga Taman, Sabtu (19/10/2019) pagi pukul 08.30 WIB.

Kapolsek Nanga Taman IPDA Didik Darman Putra mengungkapkan, korban diketahui bernama Limun (70) warga desa Pantok yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tenggelam terbawa arus sungai Nanga Mentukak.
Korban dilaporkan tenggelam oleh suaminya Thomas (61) ke Polsek Nanga Taman pada Jumat (18/10) sore pukul 17.00 WIB di sungai Nanga Mentukak desa Pantok.

Atas laporan tersebut, sekira pukul 18.00 WIB anggota Polsek Nanga Taman dibantu waga melakukan pencarian terhadap korban di sekitar aliran sungai namun korban tidak ditemukan. 

Pada saat kejadian korban hendak pulang dari ladang ke rumahnya, menyebrangi sungai Nanga Mentukak, kondisi aliran sungai pasang dan arus deras ditambah lagi cuaca hujan sehingga korban terseret terbawa arus air sungai.

Korban sempat berteriak dan didengar olah saksi Suwandi (40) yang sedang menjala ikan di sungai, melihat korban tenggelam dia berteriak memanggil warga untuk meminta pertolongan.
"Dikarenakan kondisi cuaca pada saat pencarian hujan lebat dan arus air sungai yang sangat deras sehingga menjadi kendala dalam melakukan pencarian, sehingga pada pukul 20.30 WIB pencarian dihentikan," terang Kapolsek.

Kemudian pada Sabtu (19/10) pagi, lanjut Kapolsek, pencarian dilanjutkan bersama aparat gabungan dari Polsek Nanga Taman dan Koramil berserta Basarnas Sintang, dan BPBD Sekdau dibantu warga dengan menggunakan perahu karet dari Basarnas.

"Pada pukul 08.30 WIB korban Limun ditemukan di aliran Sungai Nanga Mentukak, namun sayang korban sudah meninggal dunia," ungkap Kapolsek Nanga Taman IPDA Didik Darman Putra.

Kapolsek menambahkan, saat ini korban telah diserahkan ke pihak keluarga dan mereka menolak untuk dilalukan otopsi, menerima kejadian tersebut adalah musibah.(Humas/Didi)

Polres Sekadau Gelar Apel Siaga Jelang Pelantikan Presiden & Wakil Presiden

Posted by On Oktober 19, 2019

Sekadau - Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi, S.I.K memimpin apel siaga pasukan dalam rangka menghadapi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019.

Apel siaga pasukan dilaksanakan di halaman Mapolres, dihadiri Wakapolres Kompol Florentus Situngkir, S.I.K, Kabag Ops Kompol Habib Turhiba, PJU serta seluruh anggota Polres Sekadau, Sabtu (19/10/2019) pagi pukul 08.00 WIB.
Seluruh jajaran Polsek yang ada di wilayah hukum Polres Sekadau, juga telah diintruksikan untuk siaga, sehubungan dengan akan dilaksanakan pelantikan Presiden dan Wakil Pesiden terpilih 2019-2024," ujar Kapolres Sekadau AKBP Anggon.

Pemberlakuan apel siaga ini dilaksanakan 2 hari dari tanggal 19 sampai dengan 20 Oktober 2019, berdasarkan surat telegram Kapolda Kalbar tentang antisipasi dan cipta kondisi serta kesiapan satuan jajaran Polda Kalbar secara maksimal menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.
Kapolres menegaskan agar masing-masing satuan fungsi untuk melaksanakan kegiatan cipta kondisi, menyampaikan kepada masyarakat bahwa Polri khususnya Polres Sekadau siap melaksanakan pengamanan di masing - masing wilayah.

"Sehingga menjelang pelantikan dan saat pelantikan, situasi kemanan di wilayah hukum Polres Sekadau tetap aman dan kondusif, masyarakat juga dapat melaksanakan kegiatan sehari hari dengan normal dan lancar tanpa hambatan," tegas Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi. S.I.K.

Selesai apel siaga pasukan, kegiatan dilanjutkan dengan melakukan patroli kendaraan roda dua ke sejumlah objek vital diantaranya kantor KPU, Bawaslu dan Pasar Sekadau sebagai antisipasi serta deteksi gangguan kemanan.(Humas /Didi)

Wakil Ketua DPRD Jeffray Edward Jadi Narasumber PPHTGD

Posted by On Oktober 19, 2019

Sintang - Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sintang Abdul Syufriadi menyampaikan materi pada Seminar dan KKR yang diselenggarakan oleh Persekutuan Pelayanan Hamba Tuhan Garis Depan (PHTGD) Kabupaten Sintang pada Jumat 18 Oktober 2019 di  Balai Pegodai Kompleks Rumah Jabatan Wakil Bupati Sintang. 

Dihadapan para hamba Tuhan dan jemaat yang hadir, Abdul Syufriadi menyampaikan materi tentang Kemajemukan masyarkat dalam bingkai Negara Kesatuan RI. “Pentingnya memelihara kemajemukan bangsa dalam bingkai NKRI. Kemajemukan yang dimaksud yaitu majemuk dalam hal etnis, kultur, asal usul keturunan, bahasa, agama, kebiasaan, ide dan pendapat. Kemajemukan dapat menjadikan kita kuat bersatu apabila dikelola dengan bijak, dan juga dapat memicu konflik sosial jika nilai toleransi kita langgar” terang Abdul Syufriadi.

"Ancamaan disintegrasi bisa terlihat dari beberapa indikasi yaitu munculnya gerakan separatis, konflik sosial, melemahnya kesetiakawanan sosial, muncul abuse of power, ego sektoral, dan globalisasi di era teknologi digital. Karena itu kita harus memanfatkan teknologi dengan tepat guna, tepat sasaran, dengan harapan memberikan sumbangsih konstruktif dalam segala bidang,” pesan Abdul Syufriadi.
 
Narasumber lainya, Jefray Edward Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang menyajikan topik tentang “Degradasi nilai-nilai Pancasila dalam era teknologi yang berdasarkan Pancasila.”secara historis bangsa lndonesia adalah negara kesatuan Republik Indonesia, karena dibangun berdasarkan kesepakatan oleh pendiri bangsa. Tertanggal 1 juni 1945, dialam Pancasila memuat bermusyawarah bermufakat, menata keadilan sosial hal ini dalam rumah yang satu yaitu Pancasila,” terang Jeffray Edward.


"Dengan kemajemukan dampak teknologi digital rentan disusupi berita hoax, ujaran kebencian, terpapar faham radikal. Artinya jika teknologi yang digunakan tidak bertanggung jawab bisa menghancurkan persatuan. Karenanya kita harus bertitik tolak pada empat pilar kebangsaan yaitu pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, pilar kebangsaan menjadi perekat dalam mempersatukan kita, sebagai bangsa yang besar dalam konteks kemajemukan,” tambah Jefray Edward.

Ketua Panitia pelaksana kegiatan tersebut yaitu Pdt Mingli Tewal menjelaskan bahwa terselenggaranya acara akbar ini bukti kebersamaan kita dalam wadah PPHTGD Kabupaten Sintang, sebagai lembaga yang mewadahi interdenominasi gereja yang ada di Kab Sintang. “harapan kita untuk meningkatkan iman dan kepercayaan bagi umat Kristiani agar memiliki hidup hanya berpusat kepada Kristus (Kristosentris),” terang Pdt. Mingli Tewal
Ketua Lembaga PPHTGD Kabupaten Sintang Pdt. Petrus Sudianus mengatakan kegiatan seminar dan KKR dilaksanakan dengan sasaran pertama adalah supaya semua Gereja Tuhan tetap bersatu secara iman untuk menggaungkan kebenaran Injil, dan dalam praktek kehidupan sehari-hari hidup tidak terlepas dari Sang Pencipta Allah yang di sembah dalam Yesus Kristus, memiliki hidup penuh cinta kasih dengan Tuhan dan sesama” terang Pdt. Petrus Sudianus.

“Kedua PPHTGD sebagai salah satu lembaga keagamaan berbadan hukum, tentu memiliki mandat pelayanan dalam hubungan dengan pemerintah, untuk menyuarakan pesan kerukunan, kemajemukan dalam Bingkai NKRI sebagaimana tema yang kita usung,” ungkap Pdt Petrus Sudianus.(red.)

Welbertus Harapkan Pilkada Serentak Berjalan Lancar

Posted by On Oktober 18, 2019

Sintang - Menyongsong pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah yang akan diadakan secara serentak pada tahun 2020 mendatang, anggota DPRD Kabupaten Sintang Welbertus angkat bicara. Dirinya mengingatkan agar masyarakat dapat menyikapi informasi yang beredar secara bijak. Demikian ungkap Welbertus pada media ini, Jumat 18 Oktober 2019. Ia meminta agar masyarakat tidak terprovokasi dengan hal-hal yang ingin menganggu kesetabilan nasional.
“Kita mengingatkan kepada masyarakat agar dapat menyikapi segala informasi yang beredar, menjelang pelaksanaan Pilkada serentak yang akan diadakan tahun 2020 mendatang, Pilkada inikan gawai kita semua, marilah kita sama mensukseskan nya,” papar Welbertus.Menurutnya meskipun ada persoalan-persoalan saat pelaksanaan Pilkada nantinya, dirinya berharap agar segala persoalan yang ada dapat di selesaikan secara bijaksana. Ia berharap dalam penyelesaian segala persoalan yang ada dapat dilakukan secar bersama, dengan demikian menurutnya segala persoalan akan mudah teratasi.
Dikatakannya, siapapun yang akan mencalonkan diri tentu harus sehat lahir batin, dan juga para pendukung harus siap menerima kondisi baik menang maupun kalah. Sebab persoalan menang atau kalah adalah merupakan hal yang biasa dalam dunia politik. 
“Kita juga berharap meskipun ada persoalan-persoalan pada saat pelaksanaan Pilkada nantinya, namun kita harapkan segala persoalan yang ada dapat diselesaikan secara bijaksana. Siapapun yang menang kita harus terima dengan lapang dada,” ujarnya.Martin salah seorang warga Sintang juga mengatakan, dalam Pilkada serenta mendatang khususnya di Kabupaten Sintang dirinya berharap pigur yang akan maju bertarung pada Pilkada tersebut haruslah dilakukan seleksi yang dalam, hal ini tentunya agar tercapai pemimpin yang cerdas dan mampu membawa kemajuan bagi Kabupatrn Sintang pada umumnya.
“Selaku msayarakat kita sangat berharap, pemimpin yang terpilih tentunya harus lebih membawa kemajuan bagi daerah kita, siapun yang terpilih masyarakat haru terima, intinya pemimpin yang terpilih benar-nenar mebawa kemajuan bagi masyarakat,” paparnya sambil tersenyum. (Andi)

Rudy Andreas Anggota DPRD Sintang Dampingi Bupati Tinjau Pembangunan Jembatan Nyange

Posted by On Oktober 18, 2019

SINTANG. Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Rudy Andreas turut mendampingi Bupati Sintang dalam melakukan kunjungan kerjanya ke Kecamatan Serawai sekaligus meninjau proses pembangunan jembatan Nyange, pada Senin (14/10/2019). Turut serta dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang Ir. Murjani, Kepala Bidang Drainase dan Jembatan Dinas pekerjaan Umum Kabupaten Sintang Aef Sutardi, ST.,MT, Jajaran Forkopimcam, para Kepala Desa, para Tokoh Masyarakat dan tokoh agama Kecamatan Serawai.

Jembatan Nyange ini yang terletak di Desa Begori Kecamatan serawai ini adalah merupakan suatu pembangunan yang sangat di dambakan oleh masyarakat setempat, sebagaimana diketahui bahwa jembatan tersebut nantinya adalah merupakan akses yang di lewati oleh masyarakat sekitar dan sebagai pendukung dalam mempermudah akses transportasi dari Kecamatan Serawai menuju Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang. Pembangunan 
jembatan tersebut dengan pagu anggaran sebesar Empat Miliyar Empat Ratus Tiga Puluh Tujuh Juta, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler tahun anggaran 2019.Dikatakan Rudy  dirinya sangat menyambut baik pembangunan 
jembatan tersebut, sebab menurutnya dengan adanya jembatan tersenut nantinya masyarakat setempat akan merasa lebih mudah dalam melakukan akses transportasi sari Kecamatan Serawai ke Kecamatan Ambalau, ia juga berharap agar jembatan tersebut dapat segera di selesaikan proses pembangunannya sehingga dapat secepatnya di fungsikan.Selaku wakil rakyat dirinya siap memperjuangkan aspirasi-aspirasi masyarakat dalam rangka meningkatkan pembangunan di wilayah Serawai dan Ambalau, Rudy juga berharap agar kedepanya peningkatan pembangunan di wilayah Serawai dan Ambalau dapat di serap secara merata, sesuai dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Sintang yakni mewujudkan masyarakat yang relegius dalam rangka menuju Kabupaten Sintang yang lebih maju! paparnya.
“Iya, selaku wakil rakyat saya sangat berterima kasih kepada pihak Pemerintah Daerah yang telah membangun jembatan ini, dan saya berharal jembatan ini nantinya dapat benar-benar membantu akses transportasi masyarakat setempat dari Kecamatan Serawai menuju Kecamatan Ambalau,” ulasnya.
Sementara itu Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan bahwa komitmen Pemerintah Kabupaten Sintang secara konsekuen adalah meningkatkan pembangunan di Daerah perbatasan dan di Daerah perdalaman di bernagai sektor seperti halnya pembagunan infrastruktur dasar jalan dan jembatan serta pendidikan termasuk bidang olahraga.“Komitmen kita sekarang inikan meningkatkan pembagunan di daerah perbatasan serta di daerah perdalaman, seperti pembangunan infrastruktur dasar yaitu jalan dan jembatan termasuk jembatan nyange inilah, jembatan ini nantinya diharapkan benar-benar mampu mempermudah akses transportasi dari Kecamatan Serawai menuju ke Kecamatan Ambalau. Perlu saya jelaskan juga bahwa CV yang menggarap pembangunan jembatan ini semuanya kawan saya bah,” kata Jarot. Ditambahkannya dengan pagu anggaran sebesar Empat Milyar Empat Ratus Tiga Puluh Tujuh Juta tersebut pembangunan jembatan ini dapat membuahkan hasil sesuai dengan yang di perlukan sehingga benar-benar dapat membantu akses tranportasi masyarakat setempat! ulasnya. (Andi)

Wakili Bupati Sintang, Kepala Bappenda Berikan Materi Pada Seminar PPHTGD di Balai Pegodai

Posted by On Oktober 18, 2019

Sintang - Wakil Bupati Sintang yang diwakili oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sintang Abdul Syufriadi menyampaikan materi pada Seminar dan KKR yang diselenggarakan oleh Persekutuan Pelayanan Hamba Tuhan Garis Depan (PHTGD) Kabupaten Sintang pada Jumat, 18 Oktober 2019 di  Balai Pegodai Kompleks Rumah Jabatan Wakil Bupati Sintang. 
Dihadapan para hamba Tuhan dan jemaat yang hadir, Abdul Syufriadi menyampaikan materi tentang Kemajemukan masyarkat dalam bingkai Negara Kesatuan RI. “Pentingnya memelihara kemajemukan bangsa dalam bingkai NKRI. Kemajemukan yang dimaksud yaitu majemuk dalam hal etnis, kultur, asal usul keturunan, bahasa, agama, kebiasaan, ide dan pendapat. Kemajemukan dapat menjadikan kita kuat bersatu apabila dikelola dengan bijak, dan juga dapat memicu konflik sosial jika nilai toleransi kita langgar” terang Abdul Syufriadi.
“ancamaan disintegrasi bisa terlihat dari beberapa indikasi yaitu munculnya gerakan separatis, konflik sosial, melemahnya kesetiakawanan sosial, muncul abuse of power, ego sektoral, dan globalisasi di era teknologi digital. Karena itu kita harus memanfatkan teknologi dengan tepat guna, tepat sasaran, dengan harapan memberikan sumbangsih konstruktif dalam segala bidang,” pesan Abdul Syufriadi.
 Narasumber lainya, Jefray Edward Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang menyajikan topik tentang “degradasi nilai-nilai Pancasila dalam era teknologi yang berdasarkan Pancasila.”secara historis bangsa lndonesia adalah negara kesatuan Republik Indonesia, karena dibangun berdasarkan kesepakatan oleh pendiri bangsa. Tertanggal 1 juni 1945, dialam Pancasila memuat bermusyawarah bermufakat, menata keadilan sosial hal ini dalam rumah yang satu yaitu Pancasila,” terang Jeffray Edward.
“dengan kemajemukan dampak teknologi digital rentan disusupi berita hoax, ujaran kebencian, terpapar faham radikal. Artinya jika teknologi yang digunakan tidak bertanggung jawab bisa menghancurkan persatuan. Karenanya kita harus bertitik tolak pada empat pilar kebangsaan yaitu pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, pilar kebangsaan menjadi perekat dalam mempersatukan kita, sebagai bangsa yang besar dalam konteks kemajemukan,” tambah Jefray Edward.
Ketua Panitia pelaksana kegiatan tersebut yaitu Pdt Mingli Tewal menjelaskan bahwa terselenggaranya acara akbar ini bukti kebersamaan kita dalam wadah PPHTGD Kabupaten Sintang, sebagai lembaga yang mewadahi interdenominasi gereja yang ada di Kab Sintang. “harapan kita untuk meningkatkan iman dan kepercayaan bagi umat Kristiani agar memiliki hidup hanya berpusat kepada Kristus (Kristosentris),” terang Pdt. Mingli Tewal
Ketua Lembaga PPHTGD Kabupaten Sintang Pdt. Petrus Sudianus mengatakan kegiatan seminar dan KKR dilaksanakan dengan sasaran pertama adalah supaya semua Gereja Tuhan tetap bersatu secara iman untuk menggaungkan kebenaran Injil, dan dalam praktek kehidupan sehari-hari hidup tidak terlepas dari Sang Pencipta Allah yang di sembah dalam Yesus Kristus, memiliki hidup penuh cinta kasih dengan Tuhan dan sesama” terang Pdt. Petrus Sudianus.
“kedua PPHTGD sebagai salah satu lembaga keagamaan berbadan hukum, tentu memiliki mandat pelayanan dalam hubungan dengan pemerintah, untuk menyuarakan pesan kerukunan, kemajemukan dalam Bingkai NKRI sebagaimana tema yang kita usung,” ungkap Pdt Petrus Sudianus.
Narasumber lainya, Lasarus anggota DPR RI yang dalam hal ini sebagai penyampai materi sesi awal seminar yaitu tentang pandangan sebagai warga negara dengan berpedoman pada Pancasila.
“Kita perlu menjaga keutuhanan secara bersama, sebab riak-riak ancaman disintegrasi bangsa kian terasa bersamaan dengan geliat media sosial. Berita hoax mencuat kepermukaan, kita tahu teknologi informasi memang sangat efektif dan baik jika digunakan dengan baik, bermanfaat namun sebaliknya, bisa merusak nilai-nilai luhur kita, rasa kebersamaan, persatuan bangsa Indonesia jika digunakan dengan liar menyebar berita bohong, hoax dan lain-lain. Kita umat Kristiani lebih selektif menyaring informasi-informasi, agar harus telusuri dengan jeli kontek-konten yang bersifat negatif, provokatif.” ditegaskan Lasarus,” pesan Lasarus. 
Hal serupa juga disampaikan Kepala Bagian Perencanaan Polres Sintang yaitu Kompol Tolop Saragih mewakili Kapolres Sintang. Menurutnya bahwa keberadaan teroris dapat mengancam keutuhan bangsa, mengganggu stabilitas nasional. Negara yang majemuk di era reformasi seperti sekarang berpotensi diganggu oleh oknum masyarakat dengan teror.
“Oleh karena itu, patut kita mendeteksi sejak dini geliat teroris tersebut secara sederhana ciri-ciri teroris yaitu mengklaim kebenaran tunggal, mengutamakan ibadah secara penampilan, menggunakan cara-cara kekerasan” terang Kompol Tolop Saragih
“yang terpenting adalah bagaimana upaya kita menangkal radikalisme tersebut yaitu menanamkan jiwa nasionalisme, menjalankan aktifitas keagamaan dengan toleran, kuratif, memberikan pemahaman, pemulihan, tentang ajaran agama yang benar. Intinya untuk menekan faham radikal kita mesti bertumpu pada Pancasila, visi dan karakter bangsa” terang Kompol Tolop Saragih.(Red)

Terkait Konsultan Pengawas Jembatan Sewak, Ini penjelasannya

Posted by On Oktober 18, 2019

Sekadau -Pembangunan Jembatan Sungai Kapit Jalan AL-Taqwa, Dusun Sewak Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, tahap II sudah berlanjut. 
Pekerjaan Jembatan yang dikerjakan oleh CV. Karya Mandiri yang sumber dananya berasal dari APBD Kabupaten Sekadau tahun anggaran 2019 (DAU) dengan nilai kontrak Rp760. 716.000, sudah sesuai dan tidak menyalahi aturan,  ujar Jamal selaku konsultan pengawas pekerjaan saat di hubungi via telepon seluler nya, Jum'at  (18/10/2019) sore. 

Jamal menerangkan, PT. Madya Jasa Konsultan dalam pengerjaan jembatan tersebut bertindak sebagai pengawas. 

Ia menuturkan sejak dari tanggal kontrak pekerjaan jembatan dimaksud pihaknya sudah mulai mengawasi pelaksananya dilapangan sampai proyek tersebut selesai (masa kontrak) jelasnya. 

Terkait tidak ada penulisan nama konsultan pengawas pada plank proyek, Jamal katakan, mungkin salah cetak atau yang bersangkutan tidak mengetahui jika perusahaannya yang mengawasi pekerjaan jembatan tersebut. 

"Yang jelas, kami yang memgawasi pekerjaan jembatan tahap II sungai kapit itu yakni PT. Madya Jasa Konsultan," kata Jamal.

Ali, salah satu warga setempat mengucapkan terimakasih kepada pihak pemerintah Kabupaten Sekadau atas pembangunan jembatan tersebut.

"terjawab sudah keluhan warga, dengan dibangunnya jembatan ini, tentu arus transportasi lancar, terutama kami warga disekitar disini," ucapnya.

Ali mengatakan, memang tidak ada ditulis nama konsultan pengawas pada plank proyek itu. Namun, soal ada atau tidaknya tulisan nama konsultan pengawas itu tidak penting. Ditulis besar-besar juga tidak ada gunanya jika pekerjaan proyek tersebut mangkrak.

"Yang penting pekerjaannya lancar, kualitas baik dan sudah sesuai prosedur," ungkapnya.(Didi)

Pelaku Penusukan Kepsek SDN 24 Mensiap Baru Diamankan Satreskrim Polres Sintang

Posted by On Oktober 17, 2019

Sintang - Di temui di  Ruangannya Kasat Reskrim Polres Sintang ,AKP Indra Arsianto ,membenarkan bahwa telah terjadi Pembunuhan yang menewaskan kepala Sekolah SDN 24 Mensiap Baru ,Kecamatan Tempunak,Kabupaten Sintang kalbar ,atas nama Sugimin Laki-laki kelahiran ,Ampel ,19-05-1960,pada hari Kamis,17/10/19,


Dengan tersangka pelaku penusukan
berinisial Fs,laki-laki kelahiran Batang, 01-07-1965, yang bepropesi sebagai buruh lepas yang tidak lain adalah mantan menantu atau suami dari ponaan dari korban sendiri

Kapolres Sintang ,AKBP ,Adhe Hariadi SIK.MH ,melalui kasat Reskrim Polres Sintang, Indra Arsianto,  mengatakan Pada tahun 2017 ,pelaku berinisial Fs alias Turif ,pernah menikah secara siri dengan saudari Purwanti Reginah, namun  pada tahun 2019 karena sudah tidak ada kecocokan maka berpisah dan istrinya di kembalikan kepada orang tua nya,  sekitar bulan agustus 2019 pelaku mendapat surat dari pihak kelaurga dan perangkat dusun . Desa mensiap Baru Kecamatan  Tempunak untuk mengurus perceraian denga istri sah pelaku yang berada di jawa dan apabila tidak dapat melengkapi surat tersebut pelaku di wajibkan pergi dari Desa mensiap baru.tuturnya.

Tersangka saat di introgasi di Polres Sintang mengatakan , Korban  selaku paman dari istri sirinya ,selalu ikut campur urusan pribadi pelaku saat masih menikah dengan PURWANTI, dan juga setelah pelaku berpisah dengan istri sirinya paman dari istrinya ini  mengatakan kepada pelaku jika tidak bisa menghadirkan surat cerai dengan istri sah yang berada di jawa saya harus pergi dari desa mensiap baru.

Dan pada hari Kamis tanggal 17 oktober 2019 sekitar jam 06.30 Wib pelaku berencana akan pergi ke Sintang dengan membawa sebilah pisau ( dilapisi koran ) dan disimpan di pinggang nya , kemudian saat di perjalanan tepat nya di depan gereja pelaku  bertemu dengan korban SUGIMIN, dan pelaku menghentikan nya, kemudian sempat berbicara dengan korban  ,bermaksud hendak  menyerahkan surat sebagai bentuk protes pelaku terhadap keputusan keluarga dan perangkat desa Mensiap baru Kec. Tempunak Kabupaten Sintang, saat bertemu dengan korban sdr. SUGIMIN saya menyampaikan rasa tidak terima atas apa yang mereka lakukan terhadap pelaku atas bentuk pengusiran dari Desa, dan meminta surat perceraian dengan istri sah pelaku yang berada di jawa ( istri sah ).

Setelah terjadi cekcok mulut pelaku emosi kemudian mengeluarkan pisau dari celana yang tersimpan di pinggang si pelaku ,dan menusuk korban dengan menggunakan pisau nya ke arah perut bagian depan dan samping ( lebih dari satu kali penusukan ), hingga korban tersungkur dan korban masih sempat berteriak minta tolong, hingga menarik perhatian warga yang kemudian datang  berupaya menolong korban namun sayang nyawa korban tidak bisa diselamatkan ,,ujar Kasat Reskrim Polres Sintang

Atas perbuatan tersangka terancam dengan pasal 338 KUHP ,Terkait Dugaan Tindak Pidana Pembuhunan atau menghilangkan nyawa orang, pungkas Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Indra Arsianto. (tinus)