HEADLINE NEWS

Kategori

Wakil Bupati Sintang,perencanaan tingkat desa masih banyak ditemukan rencana kerja sepenemu

Posted by On Januari 23, 2020

Sintang - Sebagai upaya percepatan  peningkatan  sumber daya masyarakat  desa  menuju Sintang berkwalitas  hari ini   Kamis, 23/01/2020  pagi dilaksanakan  Rapat Kerja Camat, Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Se Kabupaten Sintang  tahun 2020  yang secara langsung dipimpin Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman,MM  didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Sintang Herkolanus Roni di Gedung Pancasila.
Pada saat mengawali  penyampaian materi Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman,MM  sempat menyinggung  agar para Kepala desa , perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menyikapi proses persiapan pemilukada di Kabupaten Sintang yang tinggal beberapa bulan ini,”terutama berkaitan dengan pendataan hak pilih, serta membantu KPU dalam mensosiamlisasikan kampanye yang baik dan benar, serta mendukung kesuksesan , keamanan, ketentaraman terkait kamtibmas termasuk Pemilukades pada Tahun 2020 ini sebanyak tiga ratus dua puluh empat desa”.
Dalam Rapat Kerja Camat, Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Se Kabupaten Sintang  tahun 2020  hari ini   Kamis, 23/01/2020  pagi Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman,MM   mengatakan,  kegiatan rapat ini kita boleh mengevaluasi  apa yang telah kita laksanakan secara bersama-sama  mulai dari tahun 2016 hingga tahun 2019 , dan pada akhirnya memasuki tahun 2020 ini, “karena ini merupakan salah satu program  strategis  hingga tingkat pedesaan , sebagai salah satu indikator bagi kita, baik capaian dari target keberhasilan  lima tahun kinerja Pemerintah Kabupaten Sintang”.
“melihat dari hasil perkembangan  pada masa ini yang menjadi salah satu pokok permasalahan pada tingkat desa adalah belum optimalnya sinergisitas perencanaan dan implementasi program pembangunan  pada tingkat pedesaan, belum terjadinya salah satu sinkronisasi pekerjaan  antar desa dan desa , dan antar desa dengan pemerintah Kabupaten , dan program kebijakan daerah  sudah kita tuangkan dalam RPJMD , tetapi pada tingkat penterjemahan  kita, sampai pada tingkat  pedesaan  itu kadang-kadang masih  agak kesulitan , terutama pada saat pergantian kepala desa , akan berpengaruh pada langkah kebijakan” tegas Askiman
Dijelaskan, karena terkadang dalam penyususnan program kerja pada tingkat pedesaan , tidak diawali dengan melihat RPJMD itu sendiri , sebagai garis dasarnya untuk dilaksanakan hingga tingkat bawah , dan juga sering ditemukan bahwa perencanaan tingkat desa masih banyak ditemukan rencana kerja sepenemu”rencana kerja sepenemu ini tidak terencana , tidak  terencana, tidak terstruktur dengan baik , ketika kita berfikir lalu kita anggarkan lalu kita laksanakan,  sehingga analisis program kerja yang dilaksanakan , untuk capaian target keberhasilan, tujuan dan nilai manfaatnya belum terlaksna secara maksimal ”.
Rapat Kerja Camat, Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Se Kabupaten Sintang  tahun 2020  hari ini   Kamis, 23/01/2020  pagi di Gedung  Pancasila yang dipimpin  Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman,MM didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Sintang Herkolanus Roni, diikuti  seluruh Camat, Lurah, Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Se Kabupaten Sintang.

KETUA DPRD SINTANG HADIRI NATAL BERSAMA IKADUM SINTANG

Posted by On Januari 23, 2020

Suarasintang.com -  Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny menghadiri acara perayaan natal oikumene 2019 dan tahun baru 2020 ikatan keluarga dayak U’ud Danum (IKADUM) Kabupaten Sintang di Gedung Pancasila Sintang, Rabu (22/01/2020). Perayaan ini mengusung sub tema dalam bahasa U’Ud Danum ‘Tahto motong hulah bolum, eyam niho uhtus tahto eyam dalak uhtus lacak’ yang diterjemahkan dalam bahsa Indonesia kurang lebih berbunyi ‘handallah dalam mencari kehidupan supaya tidak hilang keturunan, direstuilah oleh yang maha kuasa’.  

“Saya Ketua DPRD Sintang atas nama pribadi dan mewakili teman-teman anggota dewan lainnya mengucapkan selamat natal dan tahun baru secara khusus kepada masyarakat Uud Danum, warga Serawai Ambalau yang ada di Sintang,” kata Ronny. “Semoga kasih natal yang mengajarkan kita bahwa penting untuk menjadi sahabat bagi semua orang. Semoga kita semua semakin sukses di tahun yang baru ini dan mari membangun Sintang yang lebih sejahtera,” tambahnya. 

Pada acara tersebut, masyarakat U’ud Danum juga mengadakan ritual adat yang bertujuan mengusir hal-hal buruk di masa yang akan datang. Panitia juga menyajikan beberapa lagu dalam bahasa U’Ud danum sebagai hiburan acara.

“Dalam membangun Sintang yang heterogen, saya memuji teman-teman dari U’ud Danum selalu berpartisipasi dalam pembangunan,” ungkap Ronny. “Saya memberi apresiasi bagi panitia yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik dan lancar,” ujar politisi Partai Nasdem itu. 


Korintus, selaku ketua panitia menyampaikan bahwa seluruh warga Ikadum diharapkan juga untuk mampu memahami makna natal, menjadi sahabat bagi semua orang. Selain itu acara ini merupakan momen untuk bersilahturahmi warga Ikadum.

“Kita harus mampu menjadi pelita yang bersinar bagi kabupaten ini, bangsa dan negara kita, dengan adanya momen ini kita dipersatukan bersama disini untuk berharap agar ajaran kasih kasih melalui sikap hidup terhadap sesama semakin kuat,” kata Korintus dalam sambutannya. 

HELMI,S,Sos,M,Si DILANTIK SEBAGAI DEWAN PENGAWAS PERUMDA PDAM TIRTA SENENTANG.

Posted by On Januari 23, 2020

Sintang - Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M.Med.PH memimpin langsung Pengambilan sumpah/janji jabatan serta pelantikan Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Senentang Kabupaten Sintang periode 2020-2023, di Ruang Pertemuan Balai Praja, Komplek Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Kamis (22/3/2020) siang.  Turut hadir pada kegiatan tersebut unsur OPD, para Asisten Sekretariat Daerah Kab. Sintang dan jajaran PDAM Tirta Senentang Sintang.
Dalam sambutannya Jarot Winarno menyampaikan bahwa pelantikan dewan pengawas perumda air minum tirta senentang ini merupakan untuk periode empat tahun kedepan dan ini merupakan akhir dari proses lelang jabatan dewan pengawas perumda air minum tirta senentang yang telah dilakukan secara  panjang dan ketat. Untuk itulah dirinya mengucapkan selamat kepada Helmi, S.Sos, M.Si yang terpilih menjadi dewan pengawas perumda air minum tirta senentang untuk periode 2020-2023.

"Dewan pengawas merupakan salah satu unsur dalam kepengurusan perumda air minum, yang ikut menentukan kinerja yang optimal dari perumda air minum tirta senentang. saya berharap agar saudara dapat mengemban amanah yang besar untuk ikut mendorong kemajuan perumda air minum tirta senentang dimasa depan, bekerja secara optimal dan mampu memberikan dukungan dan kontribusi positif bagi pencapaian target RPJMD dalam penyediaan air minum di kabupaten sintang"pesan Jarot.

Selain itu juga Jarot meminta, selaku dewan pengawas perumda harus mengawal dan memastikan agar perumda air minum tirta senentang dapat menerapkan kosep good corporate governance. "Saudara harus lebih tajam melihat dan lebih cermat mendengar keluhan masyarakat terhadap perumda air minum tirta senentang. Kemudian mampu mengelola input itu untuk membangun dinamika yang konstruktif bagi seluruh jajaran direksi PDAM dalam merespon secara tepat”pinta Jarot.


Pada kesempatan itu juga, jarot mengatakan bahwa penyediaan air bersih yang berkelanjutan telah menjadi komitmen global yang tertuang dalam sustainable development goals, khususnya pada tujuan ke 6 yang didalamnya terdapat 8 target yang diukur melalui 40 indikator. 

“target-target tersebut terdiri dari akses terhadap air minum layak, akses terhadap sanitasi layak, kualitas air dan limbah, serta pemanfaatan, pengelolaan dan pelestarian sumber daya air” lanjutnya.

Jarot mengungkapkan bahwa upaya-upaya yang dilakakukan untuk mencapai target-target tersebut dijabarkan pada kebijakan, program dan kegiatan yang akan dilakukan oleh pemerintah maupun organisasi non pemerintah di pusat dan daerah. 

“atas dasar itu, maka pemerintah kabupaten sintang meletakan prioritas pembangunan daerah pada penyediaan air minum. Berbagai upaya telah kita lakukan agar masyarakat mendapat akses air bersih dan layak minum yang semakin optimal"terangnya.

Masih lanjut Jarot, bahwa Indikatornya dapat di lihat dari  jumlah pelanggan PDAM  Tirta Senentang ditahun 2016 memiliki pelanggan sebanyak 5.480 pelanggan dan diakhir tahun 2019 berhasil meningkatkan jumlah pelanggan menjadi 7.628 pelanggan. 

"tren yang positif ini patut kita disyukuri, meskipun target yang diharapkan yaitu mencapai diatas 10 ribu pelanggan atau mencapai 6,6% dari total penduduk. Saya berharap adanya peningkatan kinerja PDAM Tirta Senentang sesuai target cakupan pelayanan air minum di kabupaten sintang tahun 2021"ujarnya.

Untuk itulah dirinya meminta perumda air minum tirta senentang sebagai badan usaha milik daerah, dituntut dapat menerapkan konsep good corporate governance. Maka dari itu, PDAM tirta senentang harus terus diarahkan agar dapat menjadi perusahaan daerah yang dipenuhi dinamika internal dan eksternalnya oleh nilai fairness, transparency, accountability, dan responsibility.

Satgas Pamtas Yonif 133/YS Bersama Bea dan Cukai PLBN Nanga Badau berhasil amankan Miras selundupan

Posted by On Januari 23, 2020

Sintang- Bertempat di jalan perkebunan sawit, Titik Koordinat  9709-1266, Desa Berangan, Kec. Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu  telah diamankan dua orang masyarakat dengan membawa 10 kardus (480 botol) minuman keras merk Benson menggunakan kendaraan mobil  Ben Nopol QSF 1468  yang melewati jalur tidak resmi (jalan tikus) pada pukul 23.35 WIB, Rabu (22/1/2020). 
Penemuan barang tersebut bermula saat Pasiintel Letnan Satu Inf Sigab beserta 3 orang anggotanya dan 4 personel Bea Cukai Nanga Badau berkoordinasi untuk melaksanakan patroli bersama di sekitar jalur perkebunan sawit Desa Berangan. 
Setelah berkoordinasi personel berangkat menuju lokasi jalur ilegal tepatnya di jalan perkebunan sawit di Desa Berangan Kec. Nanga Badau, Kab. Kapuas Hulu-Kalbar.
Saat sedang melaksanakan patroli terlihat 1 unit kendaraan jenis  Ben berwarna putih dengan Nopol QSF 1468 melintas dan karena merasa curiga pada saat itu juga anggota Satgas Yonif 133/YS dan anggota Bea cukai yang melaksanakan patroli menghentikan kendaraan tersebut dan langsung melaksanakan pemeriksaan. Adapun hasil dari pemeriksaan tersebut ditemukannya minuman keras sebanyak 10 kardus (480 botol) yang dibungkus pelastik hitam yang diletakan dibelakang mobil.
Dari hasil temuan tersebut, Pasiintel melaporkan kepada Dansatgas Letkol Inf Hendra Cipta, S.Sos tentang adanya temuan tersebut. Setelah menerima laporan,  Dansatgas memerintahkan agar barang tersebut diamankan di Pos Kotis Satgas Yonif 133/YS guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. setelah dilaksanakan pemeriksaan, Dansatgas memerintahkan Pasiintel untuk berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai guna menyerahkan barang bukti tersebut kepada pihak Bea Cukai.
Menurut pengakuan 2 orang tersangka, minuman keras tersebut disembunyikan oleh orang yang tidak dikenal di jalur ilegal  yang posisinya sudah masuk di daerah territorial Negara Malaysia. Barang bukti temuan tersebut untuk saat ini sudah diserahkan dan sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak Bea cukai Nanga Badau.
Komandan Satgas Pamtas RI Malaysia Yonif 133/YS Letkol Inf Hendra Cipta, S.Sos, mengatakan,  “menyikapi kejadian seperti ini Satgas Pamtas RI Malaysia Yonif 133/YS akan terus meningkatkan upaya pencegahan masuknya barang-barang ilegal ke wilayah Indonesia dengan memperketat pengawasan di jalur jalur tikus di perbatasan dengan melaksanakan patroli dan ambush secara rutin". Jelasnya.

Sumber : Heri/ Penrem 121/Abw,Sintang.
Publish : suarasintang.com.

KETUA DPRD SINTANG,AJAK CAMAT DAN KADES SEKABUPATEN SINTANG FOKUS ENTASKAN KEMISKINAN

Posted by On Januari 23, 2020

Sintang -  Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny menghadiri acara pembukaan rapat kerja camat, kepala desa dan Badan Permusyaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Sintang di Gedung Pancasila Sintang, Kamis (23/01/2020). 

“Kita sudah memulai APBD tahun 2020 untuk seluruh kades di Kabupaten Sintang, saya berharap agar dapat bekerja dengan lebih baik di banding tahun 2019,” kata Ronny. “Mari kita fokus pada pengentasan kemiskinan. Kita juga berharap 86 desa yang berstatus masih sangat tertinggal mudah-mudahan di 2020 ini akan mengalami peningkatan statusnya,” tambahnya. 

Menurut politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu salah satu hal yang menjadi perhatian khusus dari pihaknya selaku wakil rakyat ialah proses penganggaran. Pihaknya akan melakukan fungsi pengawasan pada proses pelaksanaan pembangunan yang terjadi. 

“Saya selaku Ketua DPRD memulainya dengan menghadiri musrembang-musrembang di tingkat kecamatan,” kata Ronny. “Kita mau memastikan bahwa seluruh usulan dari desa menjadi program prioritas kabupaten hingga ke pusat,” ujarnya lagi. 

Herkolanus Rony selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang menyampaikan bahwa acara ini dihadiri oleh hampir seribu orang. Undangan yang disebarkan oleh panitia, mencapai 810 lembar. 

“Tujuan utama kegiatan ini sebagaimana yang tercantum di tema kegiatan yaitu percepatan peningkatan sumber daya manusia menuju Sintang yang berkualitas’,” kata Roni. “Dengan pelaksanaan dibreakdown pada beberapa program prioritas,” tambahnya.  

Program – program tersebut meliputi pertama sinkronisasi dan percepatan program nasional dan daerah hingga ke desa antara lain, stunting, kiat guru. Kedua, menciptakan pemerintahan desa yang baik yang didukung oleh sumber daya perangkat desa yang berkualitas. Kemudian, mendukung percepatan perubahan status desa dari desa sangat tertinggal hingga ke desa mandiri serta mengurus transparansi dan akuntabilitas keuangan desa. Lalu akan dilakukan pula proses peningkatan pemberdayaan dan pembinaan masyarakat desa serta menumbuhkan ekonomi masyarakat desa yang berkeadilan. 
Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari. Dengan pemateri dari berbgai unsur forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. (Evi/Humpro sekwan Sintang/Red)

Prosesi Ritual Adat Ngamai-nginai Secara Adat Dayak Uud Danum

Posted by On Januari 23, 2020

Sintang - Adat istiadat Nenek moyang tidak pernah terlepas Dari kehidupan Masyarakat Dayak, khususnya masyarakat Adat Dayak U,ud Danum, meski di tengah kehidupan modernt yang terus berkembang, masyarakat adat Dayak U,ud Danum tidak pernah meninggalkan Adat istiadat Nenek moyang mereka, Hal tersebut Dapat Di lihat Dari acara prosesi Pengangkatan Anak atau mengangkat orang Tua Angkat Oleh suku Dayak U,ud Danum yang masih berjalan dan di lestarikan dengan sangat baik secara turun temurun sampai pada saat ini.

 "Ngamai-nginai" itulah sebutan Asli Bahasa Dayak U,ud Danum yang Artinya adalah Mengangkat Anak atau mengaku Orang Tua baru selain Orang Tua Kandung, inilah Adat Suku Dayak U,ud Danum Yang masih di lestarikan dengan sangat baik. Prosesi adat Ngamai-nginai sendiri Sudah Berjalan Sejak Nenek moyang Masyarakat Adat Dayak U,ud Danum, Dan Hal tersebut Adalah Hal yang Sangat sering Terjadi Di Suku dayak U,ud Danum sampai sekarang, ngamai-nginai sendiri adalah dimana ada anak yang mengaku orang lain sebagai orang Tua angkat yang di lakukan dengan proses acara adat yang sangat kental dengan kegiatan seremonial upacara adat dayak U,ud Danum.

 Ngamai-nginai sendiri Di akui hadir secara sacral maupun secara bisikan batin dan keterikatan batin yang sangat kuat dan juga keadaan lingkungan, sehingga dari pihak anak maupun Orang Tua punya alasan yang sangat kuat untuk bisa mengakui orang Tua angkat Atau Anak angkat. Salah satu hal yang paling mendasar ialah adanya mimpi yang menghampiri pihak anak maupun Orang Tua yang mengharuskan mengangkat orang Tua atau anak, sehingga terjadilah yang namanya ngamai-nginai.

 Hal tersebut lah yang di sampaikan oleh Sesepuh Adat dayak U,ud Danum A. Emelius johan , yang berasal dari Kalimantan Tengah, Johan mengatakan Proses adat dayak mengangkat anak Suku Dayak U,ud danum ini melalui proses upacara adat khusus, Sehingga ketika sudah dilakukan proses upacara adat ini, Anak yang Di angkat tersebut setara dengan saudara kandung Dari orang Tua yang Bersangkutan, sehingga tidak ada lagi perbedaan antara anak kandung dan anak angkat dari Orang tua tersebut.

 Beliau juga mengatakan jika tidak dilakukan acara seremonial seperti ini, itu tidak di anggap sah, ungkap nya". Johan juga menjelaskan berbagai proses dan ritual di lakukan dalam acara ngamai-nginai ini mulai dari upacara adat yang memakan waktu beberapa jam di antaranya adalah penyerahan pakaian, uang dan juga yang paling membuat acara ngamai-nginai ini sangat kental dan di akui ke absahan anak angkat itu setara dengan anak kandung adalah proses "minum Darah", hal tersebut di lakukan dengan cara menggores salah satu anggota tubuh dari kedua orang tua angkat serta sampai pada kecup darah yang di lakukan oleh masing-masing orang tua dan anak angkat tersebut.

 Proses minum darah ini sendiri di percaya sebagai tanda ketulusan dari kedua belah pihak menerima Tanpa membedakan Anak kandung dan anak tiri, begitu juga dari anak angka angkat sendiri dengan tidak membedakan lagi yang mana orang Tua kandung antara orang Tua angkat. Hal tersebut juga di jelaskan oleh Bapak Fx Ngawan, selaku Orang Tua angkat pada saat proses adat Ngamai-nginai yang kami temui di lapangan, Beliau mengungkapkan  beberapa proses dan persyaratan yang di lakukan semua memiliki makna dan arti masing masing.

 Terutama makna di balik pengangkatan Orang Tua angkat atau Pengangkatan Anak angkat (ngamai-nginai) ini sendiri Di harapkan adanya keselamatan,Kesehatan dan Reszki yang banyak, serta ke harmonisan antara kedua belah pihak keluarga yang bersangkutan dalam menjalin tali kekeluargaan antara anak dan ayah dan bukan lagi antara paman dan keponakan, karena dengan proses acara adat Minum darah ini keabsahan nya itu sudah tidak bisa di ganggu lagi bahwa mereka sudah menjadi Ayah dan anak layaknya ayah dan anak kandung.

 Bapak ngawan juga menjelaskan suguhan dalam acara adat ini berupa kain dan baju untuk Ibu Angkat, sementara Celana dan Baju untuk Ayah angkat, yang bermakna bahwa kain dan baju buat Ibu adalah sebagai tanda ibu merawat dari kecil sampai besar, sementara celana dan baju untuk Ayah angkat bermakna untuk mencari rezeki.

 Sementara untuk Darah Ayam Yang Di pakai dalam proses adat tersebut Bapak ngawan menjelaskan bahwa hal tersebut memang sudah terjadi sejak dahulu kala dari jaman Injil Perjanjian lama Alkitab kristen sebelum Yesus lahir, atau sebelum adanya perjanjian baru yang bermakna menjaga keselamatan dan keamanan bagi yang di oleskan darah, dan proses ini masih berlaku bagi masyarakat adat dayak U,ud Danum sampai saat ini . Jelas nya.

 Ngawan juga menjelaskan setelah proses upacara adat pengangkatan orang Tua angkat, maka juga akan di lakukan proses adat penerimaan anak angkat dari Pihak orang Tua angkat yang akan di lakukan beberapa waktu berikut nya, hal ini di lakukan sebagai tanda bahwa kedua orang Tua angkat Tersebut menerima mereka sebagai anak angkat yang Sah.

 Masih Kata Ngawan bahwa acara penerimaan nantinya harus di hadapkan semua keluarga dan saudara kandung dan saudara angkat supaya saling mengenal dan bisa berkumpul bersama sebagai keluarga baru yang bahagia. Untuk acara selanjutnya, Ngawan menyampaikan bahwa tidak ada lagi acara minum darah dan seremonial khusus lagi, Acara lanjutan adalah sebagai simbolis bahwa mereka sebagai orang tua menerima mereka di keluarga baru tersebut. (Ed)

Dipastikan lokasi pembangunan   kantor pemerintahan ada di Jerora Satu.

Posted by On Januari 23, 2020

Sintang - Bahas Pembangunan Kantor Pemerintahan, Bupati Sintang Terima Kadis Perkim Kalbar
Bupati Sintang dr H Jarot Winarno, M. Med. PH menerima kedatangan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Kalimantan Barat Hendra Bachtiar dan jajarannya beserta konsultan di Pendopo Bupati Sintang pada Kamis, 23 Januari 2020. 
Hendra Bachtiar Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Kalimantan Barat kepada Bupati Sintang yang didampingi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang Zulkarnaen, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Akhmad Darmanata dan Supomo Sekretaris Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Sintang menjelaskan bahwa bahwa pihaknya mendapatkan arahan dan perintah untuk segera memproses langkah pembangunan kawasan Kantor Pemerintahan. “dari hasil studi kami, lokasi pembangunan   kantor pemerintahan ada di Jerora Satu yang sangat layak karena banyak faktor. Lokasi yang Balai Agung kontur tanahnya tidak mendukung dan kekurangan lainnya. Sehingga selanjutnya, kedatangan kami ke Sintang untuk mengurus kelengkapan IMB. Kami membutuhkan dukungan dari Pemkab Sintang soal pemenuhan kebutuhan  persyaratan administrasi” terang Hendra Bachtiar.
“kami juga sedang berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang dalam mengurus AMDAL yang pengerjaannya dilakukan Pemkab Sintang. Mohon supaya proses AMDAL dan IMB bisa lancar. Kami juga minta bantuan Pemkab Sintang untuk siapkan air bersih dan listrik. Tahun ini, kami akan bersihkan lahan, bangun jalan dan ratakan tanah. Kami juga sudah melihat langsung lokasinya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sintang menjelaskan bahwa Pemkab Sintang sudah menyiapkan lahan sekitar 32 hektar untuk kawasan Kantor Pemerintahan. “kami siap memberikan dukungan. Proses pengurusan AMDAL dan IMB akan kami bantu sepenuhnya supaya lancar. Administrasi yang diperlukan untuk memperlancar pengurusan AMDAL dan IMB akan kita siapkan. Kita mengharapkan dengan dibangunnya Kantor Pemerintahan di Jerora Satu nanti, akan tumbuh kota baru menuju ke Kelam Permai. Listrik tidak ada masalah. Air bersih juga kita siap suplai kesana. Kami juga akan pertimbangkan kelanjutan pembangunan TPA sampah di sana” terang Bupati Sintang. 
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang Zulkarnaen menjelaskan siap membantu semua keperluan administrasi untuk kelancaran persiapan lokasi pembangunan Kantor Pemerintahan. “kami siap bantu untuk seluruh persyaratan administrasi rencana pembangunan Kantor Pemerintahan sesuai kewenangan kami” terang Zulkarnaen 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Akhmad Darmanata juga menyampaikan kesiapan pihaknya dalam memproses AMDAL pembangunan Kantor Pemerintahan. “kalau berkas administrasi sudah lengkap. Akan langsung kami kerjakan. Pengajuan sudah ada masuk. Hanya ada berkas yang kurang” terang Akhmad Darmanata.(Red)

BUPATI SINTANG,UUD,45. DAERAH OTONOM ITU HANYA DUA KABUPATEN DAN DESA.

Posted by On Januari 23, 2020

Sintang - Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka sekaligus memberikan arahan dalam kegiatan rapat kerja Camat, Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Sintang tahun 2020, yang dilaksanakan di Gedung Pancasila Sintang, Kamis, (23/01/2020).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sintang, Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Ketua DPRD Sintang, Kepala Pengadilan Negeri Sintang, dan para pimpinan OPD yang ada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. 
Dalam arahannya, dihadapan seluruh peserta rapat kerja yang hadir, Bupati Sintang, Jarot Winarno, mengatakan bahwa berdirinya suatu desa itu bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum, “tujuan desa itu didirikan ialah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, mengatur ketertiban dunia, didalam UUD 1945 bahwa daerah otonom itu ada dua, yakni Kabupaten dan Desa, tentunya Pemerintah Desa dibentuk itu untuk menghilangkan angka kemiskinan dan memajukan kesejahteraan umum”, ujar Jarot. 

Menurut Jarot, dengan memajukan kesejahteraan umum maka angka kemiskinan akan menurun, “berdasarkan data tahun 2016 bahwa penduduk miskin di Sintang sekitar 10,10%, ditahun 2017 naik menjadi 10,22%, ditahun 2018 naik lagi menjadi 10,35%, dan ditahun 2019 turun menjadi 9,65%, tentu ini berkat pembangunan dan desa-desa telah melaksanakan untuk memajukan kesejahteraan umum pada desa-desa yang ada di Kabupaten Sintang”, tambahnya. 

Selain itu juga, sambung Jarot, bahwa Kabupaten Sintang bisa besar karena ada pembangunan di desa, bukan di kota, “saya pernah bilang, pembangunan di Sintang bisa besar bukan karena obor pembangunan yang ada di Kota Sintang, tetapi karena lilin-lilin pembangunan yang ada di desa-desa sudah berkembang”, sambungnya. 

Masih kata Bupati Sintang, menjelaskan bahwa setiap desa itu ada penilaiannya dan penilaiannya itu dilakukan pada setiap tahun yang mengutamakan tiga faktor pendukung, “ada namanya Indeks Desa Membangun, yang mengaitkan 3 faktor utama, yakni faktor ketahanan ekonomi, faktor ketahanan sosial, faktor ketahana ekologi, yang dimana didalamnya terdapat level desa-desa, seperti yang paling rendah ialah Desa Sangat Tertinggal, dan di level paling tinggi ialah Desa Mandiri”, ucapnya. 

Jarot mengungkapkan bahwa desa yang ada di Kabupaten Sintang masih ada yang masuk dalam kategori sangat tertinggal dan juga ada desa yang sudah masuk dalam kategori desa mandiri, “ditahun 2018 lalu tidak ada satupun desa yang masuk dalam kategori desa mandiri, yang ada hanya kategori Desa Sangat Tertinggal sebanyak 212 desa, kemudian untuk ditahun 2019 Desa Mandiri di Sintang ada 6 desa, dan Desa Sangat Tertinggal sebanyak 86 desa, ini luar biasa, teman-teman di Desa sudah membangun desa karena dari tahun 2018 ke 2019 Desa Sangat Tertinggal sudah turun”, ungkapnya.

“kemudian, apa defenisi daripada desa sangat tertinggal tersebut, yakni mengalami kerentanan terhadap masalah bencana alam, banjir, longsor, gempa bumi, permasalahan ekonomi, konflik sosial antar masyarakat, itu yang menyebabkan penilaian suatu desa bisa masuk dalam kategori desa sangat tertinggal”, tambahnya. 

Pada kesempatan itu juga, Jarot Winarno mengingatkan kepada seluruh kepala desa, BPD yang hadir dalam rapat kerja untuk dapat membuat situasi di tahun 2020 ini selalu  kondusif di setiap desanya masing-masing, “di September 2020 ada pilkada, kemudian di bulan November 2020 ada Pilkades serentak, saya berharap kepada seluruh kepala desa yang sedang menjabat, untuk dapat mempersiapkan iklim pilkades yang damai-damai saja, jangan ribut-ribut, kalau kades yang menang buat syukuran jangan berlebihan, pokoknya biasa saja lah”, pesan Jarot.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni menjelaskan tujuan diselenggaranya kegiatan rapat kerja ini, “pertama itu untuk menyinkronkan program Pemerintah nasional dan pemerintah Daerah terkait beberapa hal seperti stunting, P2EMAS, Desa ODF, kemudian untuk meningkatkan pemerintahan yang baik sekaligus perangkat desanya yang berkualitas, membahas peningkatan status desa berkembang dan desa mandiri, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di desa, serta peningkatan pemerintahan desa dan pembinaan masyarakat desa dalam rangka menumbuhkan ekonomi masyarakat desa yang berkeadilan”, jelasnya. 

Adapun, sambung Herkolanus Roni, menyatakan bahwa, banyak materi yang akan disampaikan dalam rapat kerja ini, “pertama penyusunan dan pelaporan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Des), Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban, Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPP-Des), Laporan Kinerja BPD, administrasi desa dan administrasi BPD, serta isu-isu terkait pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintahan Desa”, sambungnya.

“rapat kerja camat, kepala desa dan BPD ini dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 23 Januari 2020 sampai 24 Januari 2020 dengan total 810 orang, dengan pemateri yakni Bupati Sintang, Wakil Bupati Sintang, Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Kapolres Sintang, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang serta Organisasi Perangkat Daerah terkait”, tambah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang. 
 
dalam kesempatan tersebut, Bupati Sintang juga menyerahkan secara simbolis Pagu Anggaran Dana Desa tahun anggaran 2020.(Red) 

Penemuan Mayat Di Pinggir Jalan, Gegerkan Warga Entabuk

Posted by On Januari 23, 2020

SEKADAU - Sesosok mayat laki-laki ditemukan di dekat barak KPS Entabuk, Dusun Janang Ran, Desa Entabuk, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Rabu (22/1/2020) malam.

Kapolsek Belitang Hilir IPTU I Nengah Muliawan setelah mendapat laporan dari warga langsung menuju TKP beserta anggota Koramil, petugas Puskemas dan dokter Roki dari PT Parna.

Korban diidentifikasi bernama Haryadi Kurniawan kelahiran Pontianak 31 Oktober 1952. Korban  beralamat di RT 003/RW 001, Dusun Janang Ran, Desa Entabuk.

Kapolsek menuturkan, jasad korban pertamakali ditemukan oleh
Heribertus Cahyadi.

Saat itu, Heribertus pergi menuju ke lokasi untuk mencari signal.

Pada saat melintasi jalan di belakang barak KPS, ia melihat seorang pria dalam posisi telungkup di pinggir jalan  Namun Heribertus sempat mengira laki-laki tersebut mabuk, kemudian ia melanjutkan perjalanannya.

Setelah ia jalan untuk kembali pulang, masih melihat korban dalam posisi yang sama.

Kemudian Heribertus langsung menuju ke barak KPS Entabuk untuk memanggil rekannnya dengan tujuan melihat keadaan korban.

Setibanya kembali di TKP,  mereka melihat korban sudah meninggal dunia kemudian mereka langsung memberitahukan kepada warga di Barak KPS Entabuk.

"Setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan fisik terhadap korban oleh tim medis dari Puskesmas Sungai Ayak tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban," kata Kapolsek.

Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban, keluarga telah ikhlas menerima atas kejadian tersebut dan menolak untuk dilakukan autopsi.

Kemudian korban dibawa menggunakan ambulance milik PT. PAM menuju ke rumah duka.

"Kebiasaan korban setiap malam hari mecari anak ikan gabus dan kodok. Posisi atau letak kendaraan milik korban dalam kondisi kunci stang sekitar 25 meter jaraknya dari posisi korban," terang I Nengah Muliawan.(Didi)

SERTIJAB CAMAT TEMPUNAK JAROT WINARNO PESANKAN JADI PEMIMPIN ITU HARUS ADIL

Posted by On Januari 23, 2020

Sintang -  Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH menghadiri acara serah terima jabatan dan ramah tamah Camat Tempunak dari Drs. Paulinus, M. Si kepada Kiyang, S. Sos di Gedung Serbaguna Kecamatan Tempunak, Rabu (22/1/2020) pagi. 

Turut hadir pada acara tersebut 3 Anggota DPRD Kab. Sintang dapil Sepauk-Tempunak, Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kab. Sintang Sy. Yasser Arafat, S. Sos. M. Si, Kepala DPMPTSP Kab. Sintang, Kabag Tapem Sekretariat Daerah Kab. Sintang, unsur Forkopimcam Tempunak, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat dan tamu undangan lainnya. 

Dalam sambutannya Bupati Sintang Jarot Winarno mengucapkan selamat kepada camat tempunak yang baru. Segera berkerja dan koordinasi dengan semua unsur yang ada di Kecamatan Tempunak ini. Terlebih menurutnya Jadi camat sulit, sama dengan jadi bupati, sama dengan jadi kepala desa. Dia pokoknya yang rindang tempat semua orang berteduh. Pokoknya yang kuat tempat orang bersandar. Ranting yang kuat tempat orang bergantung. 

"Banyak hal yang mesti diurus. Misal seperti ada musibah, kadang-kadangpun ada yang mau bercerai tu datang ke bupati. Pasti berat. Tentunya apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tinggginya kepada camat yang lama yang sudah hampir enam tahun mengabdi disini. Dan  selamat mengemban amanah kepada pak kiyang"ungkap Jarot.

Selanjutnya jelas Jarot, Camat itu mendapat kewenangan delegatif, yakni yang pemerintah kabupaten limpahkan selurunya kepada camat untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan umum. Serta juga ada kewenangan atributif namanya yakni yang melekat pada camat itu sendiri. 

"Semuanya adalah penyelenggaraan pemerintahan umum, kemudian pembinaan, pengawasan, pemberdayaan masyarakat. Lalu ada juga untuk mengatasi masalah konflik dan sebagainya"terang Jarot.

Jarot pun meminta kepada camat yang baru ini harus menciptakan pemerintahan yang terbuka. Dimana pemimpin itu harus mudah di hubungi, mudah berkomunikasi, ketika jelas permasalahanya, kemudian harus mencari solusi. "Jadi kami mohon kita di tempunak ini terbuka. Terlebih kita ini menuju open goverment. Kalau orang kritik itu biasalah. kalau forkopimcam kompak, seluruhnya di tempunak kompak kemudian dapat suport dari anggota dewan. Tempunak ni pasti maju"kata Jarot.

Selain itu juga, Jarot pun berpesan kepada camat yang baru harus sering bertanya dan meminta pendapat kepada para pemuka agama, karena ilmu merekalah yang memajukan negara. kemudian itu juga jadi pemimpin itu harus adil. Kegiatan-kegiatan keagamaan juga harus di dukung. 

Camat Tempunak Kiyang mengatakan rasa syukur patut di haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa pada hari ini serah terima camat tempunak bisa terlaksana. Tentunya hari ini merupakan moment yang bersejarah bagi kecamatan tempunak, secara khusus juga bagi dirinya pribadi, karena tidak menyangka di berikan amanah pembangunan demokrasi melalui birokrasi yang selama ini kita bangun bersama. 

"Pada hari ini tempunak membuka lembaran baru, pesan singkat saya, birokrasi tak tergantung kepada siapa menjadi pemimpin, tapi birokrasi harus berkesinambungan atau berjalan terus menerus"ungkap Kiyang.

Untuk itulah, Kiyang meminta kepada seluruh element dapat kirany terus bersama sama membangun kecamatan tempunak agar lebih maju dan beradab karena tempunak adalah milik bersama dan siapapun harus menjaganya. 

Sementara itu Camat sebelumnya Paulinus mengatakan Kecamatan Tempunak sejauh ini sudah mengalami peningkatan pembangunannya yang sangat signifikan. Tidak seperti awal-awal dirinya menjabat camat 2011 lalu yang kondisi pembanguan masih memprihatinkan terutama untun infrastruktur jalan.

"Terimakasih pak bupati sudah memberikan perhatian yang sangat luarbiasa di kecamatan tempunak, karena sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnnya"ungkap Paulinus.

Paulinus pun menyampaikan permohonan maaf jika selama dirinya memimpin atau menjadi Camat Tempunak terdapat kekurangan dan kekhilafan. Ia berharap Camat yang baru terus melanjutkan pembangunan di Kecamatan Tempunak ini (Red)

IWO Sekadau Gandeng Siswa-Siswi SMP Santo Gabriel Galang Dana Untuk Rafael

Posted by On Januari 22, 2020

SEKADAU - Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sekadau bekerjasama dengan siswa siswi SMP K Santo Gabriel Sekadau melakukan aksi sosial penggalangan dana untuk Rafael Ardian Trimurti, pasien penderita penyakit Guillain Barre Syndrome (GBS).

Penggalangan dana dilaksanakan pada Kamis (23/1).
Penyakit GBS sendiri terbilang langka dan jarang ditemui.

Pasien Rafael merupakan siswa SMP K Santo Gabriel Sekadau kelas IX. Saat ini, Rafael sedang menjalani perawatan intensif di RSU Santo Antonius Pontianak.

Pengobatan dan perawatan Rafael membutuhkan biaya yang besar mencapai puluhan juta rupiah.

"Penggalangan dana ini merupakan bentuk kepedulian kita sebagai makhluk sosial atas kesulitan yang sedang dialami sesama. Karena kebetulan pasien merupakan siswa SMP K Santo Gabriel, kami menggandeng pihak sekolah dalam aksi sosial ini," ujar ketua IWO Sekadau, Antonius Sutarjo (23/1) usai penggalangan dana.
Sutarjo mengucapkan terimakasihnya kepada pihak sekolah, khususnya pada siswa yang secara sukarela mau terlibat dalam kegiatan tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi kemauan dan semangat adik-adik siswa siswi SMP K Santo Gabriel yang begitu antusias dalam aksi sosial ini. Kami yakin pihak sekolah dan orangtua sangat bangga pada kalian," tuturnya.

Tak lupa, IWO Kabupaten Sekadau juga mengucapkan terimakasih kepada para donatur yang telah menyisihkan rejeki untuk membantu biaya perawatan pasien.

"Semoga Tuhan membalas kebaikan bapak ibu semua," ucapnya.

Dari hasil penggalangan dana, terkumpul uang sebanyak 8.837.000 rupiah. Dana ini akan diserahkan langsung kepada pihak keluarga pasien secepatnya.( Didi )

Bupati Sintang kehamornisan memang harus terus diperjuangkan dan dijaga

Posted by On Januari 22, 2020

Sintang - Bupati Sintang dr H Jarot Winarno, M. Med. PH dan Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM menghadiri perayaan Natal Oikumene 2019 dan Tahun Baru 2020 Ikatan Keluarga Dayak u’ud Danum (Ikadum) Kabupaten Sintang di Gedung Pancasila pada Rabu, 23 Januari 2020. 
Menurut Bupati Sintang, tema natal nasional tahun 2019 sangat luar biasa karena perlu diakui bahwa kehamornisan memang harus terus diperjuangkan dan dijaga oleh seluruh komponen anak bangsa. “Indonesia itu unik dan luar biasa. Kita memiliki suku dan bahasa yang sangat banyak namun kita bisa hidup damai. Sementara  dibelahan bumi lainnya, ada wilayah yang dihuni kelompok yang sama namun bisa terpecah belah. Kita di Sintang juga sangat relevan menjaga persatuan dan kesatuan ini. Ada masalah, tapi mampu kita selesaikan dengan baik. Masalah biasanya muncul karena ada perlakuan tidak adil terhadap suatu kelompok” terang Bupati Sintang.
“Pemkab Sintang terus memperhatikan  pembangunan  di semua pelosok Kabupaten Sintang tanpa membeda-bedakan. Kita juga akan tembuskan jalan dari Nanga Sake  ke Kolongan Juoi. Kita juga akan bangun jalan dari Desa Nanga Keremoi ke Desa Kepala Jungai melalui kegiatan  TMMD tahun 2020 ini. Pasar juga akan kita bangun di Nanga Kemangai supaya lebih maju dan berkembang. Rasanya, porsi pembangunan sudah kita bagikan untuk wilayah Serawai Ambalau. Masyarakat disana jangan merasa di sisihkan. Dan kita tetap bersatu” tambah Bupati Sintang.
“tahun ini akan ada pilkada,   saya yakin tidak akan ada masalah. Yang akan ada masalah itu adalah pilkades serentak. Ini yang rawan menurut saya. Mari kita sama- sama antisipasi karena kalau pilkades tetap aman damai maka akan menjadi modal sosial kita dalam membangun. Bagi saya, Sub Suku Dayak U’ud Danum sejajar bahkan lebih dari sub suku dayak yang lain di Kabupaten Sintang dalam hal perhatian kita. Rumah singgah sudah kita mulai bangun. Namun kita minta bantuan tokoh masyarakat Serawai Ambalau untuk menyelesaikan rumah singgah. Kami tidak bisa membantu rumah singgah ini untuk dua tahun berturut turut.  Selain itu, kita mendukung 10 ribu hektar kawasan air terjun nokan kayan sebagai kawasan hutan adat” tambah Bupati Sintang. 
Ketua Umum Ikadum Kabupaten Sintang AM Calon menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sintang yang sudah membangun rumah singgah Ikadum yang sudah pada tahap pembangunan fondasi. “Ini menandakan perhatian kepada sub suku Dayak U’ud Danum sangat tinggi. Kita juga sudah memasuki tahun 2020. Pesan saya, generasi muda Ikadum agar menatap masa depan dengan optimis dan semangat. Kami orangtua siap mendorong kaum muda untuk terus maju” terang AM Calon.
Korintus Ketua Panitia Natal Oikumene 2019 dan Tahun Baru 2020 Ikadum Kabupaten Sintang menyampaikan bahwa seluruh warga Ikadum diharapkan mampu memahami makna natal yang sesungguhnya. “kita harus mampu menjalankan hidup sesuai ajaran Yesus Kristus. Ikadum diharapkan menjadi pelita yang bersinar bagi gereja dan bangsa” terang Korintus.
“melalui natal oikumene 2019 dan tahun baru 2020 kita akan semakin dipersatukan. Ini momen yang baik untuk bersilaturahmi warga Ikadum. Kita juga ingin agar ajaran kasih melalui sikap hidup terhadap sesama semakin kuat” terang Korintus.

KETUA PW GNPK-RI KALBAR.MUTASI BAGI ASN SUDAH DIATUR UU MANAJEMEN ASN

Posted by On Januari 22, 2020

Pontianak - adanya Mutasi tugas dan jabatan ASN dilingkungan Pemprop Kalimantan Barat,oleh Gubernur,Dengan SK NO: 821.24/03/BKD-B,dan menimbulkan reaksi keberatan oleh salah seorang oknom,ASN dan melaporkan Gubernur KalBar ke Komisi Aparatur Sipil Negara,karena dirasanya kurang sesuai dengan bidang keilmuannya,Menyikapi Hal tersebut,Ellysius Aidi ketua PW GNPK-RI,Kalbar Angkat Bicara, bukankah ASN itu bersedia ditempatkan diseluruh Indonesia,"BERSEDIA DITEMPATKAN,' itu artinya bersedia mengemban tugas yang diberikan oleh manajemen pegawai Negeri sipil,sesuai pasal 73 undang undang  aparatur sipil Negara serta UU pasal 23 tentang ASN pada media ini,Ellysius Aidi mengatakan kalau sampai ada oknom ASN yang ngotot tidak mau dimutasikan dari jabatan dan kedudukannya semula ke bagian lain adalah sangat janggal dan perlu untuk dipertanyakan kenapa begitu ngotot mempertahankan jabatannya,seperti yang terjadi dengan salah seorang oknom ASN di PUPR Kalbar,yang sudah melaporkan GUBERNUR KalBar ke komisi Aparatur Sipil Negara,baru baru ini, memang si hak seseorang melapor apa lagi ke KASN tetapi perlu dicermati ada apa gerangan sedangkan jabatan itu adalah amant bukan untuk dipilih pilih semua sudah melalui proses apa lagi ada bagian bagian yg memerlukan tenaga yg dibutuhkan sehingga menempatan seseorang sesuai kebutuhan,bukan sesuai kemauan dari ASN itu sendiri. Ellisius Aidi juga mengatakan,Apa tak lebih bijak untuk dikomunikasi kan secara baik baik tidak secara emosional, tetapi itu hak masing masing orng kita juga tidak bisa melarang utk melapor.(Red)