ORANG TUA BERTUBUH KERDIL HARAPKAN BEASISWA UNTUK ANAKNYA

SuaraSintang.com-Kec.Sepauk: Tak di pungkiri lagi bersekolah merupakan hal yang sangat penting untuk dapat mencerdaskan anak bangsa yang kelak akan membawa bangsa ini di puncak kejayaan, banyak orang tua murid yang tidak mampu yang mengharapkan bantuan beasiswa siswa miskin agar supaya dapat membiayai kebutuhan sekolah anaknya.

Hal itu di alami oleh efi suriati yang memiliki kondisi fisik yang tidak sempurna atau kerdil, efi adalah orang tua dari maria nita yupita seorang murid kelas 4 di SDN 16 paoh Benua, yang bertempat tinggal di dusun sungai nyilu, desa paoh benua, kecamatan sepauk, kabupaten sintang, pekerjaan sehari-harinya menyadap karet/ber-uma di kebun, dengan naiknya segala kebutuhan hidup dan murahnya harga karet perkilonya membuat ia dan suaminya harus berkerja ekstra keras banting tulang agar anaknya dapat bersekolah.

Dengan kondisi hidup yang serba kekurangan efi suriati mengharapkan dan mohon agar pemerintah daerah, dinas pendidikan daerah maupun dari pusat supaya anaknya dapat diberikankan beasiswa siswa miskin sampai lulus SMA/SMK.

Efi mengatakan ”karena saya tidak mampu, beasiswanya saya harap sampai SMA atau SMK, karena kondisi fisik saya yang seperti ini dan tangan suami saya juga sudah patah, orangtua saya juga sudah tua dan buta tidak dapat bekerja, anak saya juga hanya satu orang saja, pakaian seragam sekolah anak saya tidak beli karena tidak ada uang, pakaian seragamnya itu pakaian bekas, diberi oleh kerabat saya begitu juga pakaian olahraganya, pakaian itu bekas kain pel/elap laintai punya kerabat saya, saya minta dan saya cuci berkali-kali sampai bersih mulai sejak anak saya kelas 1 SD, mau bagaimana lagi karena saya tidak ada uang untuk beli pakaian sekolah.”ujarnya sambil meneskan air mata.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang Yustinus menerangkan untuk bantuan siswa miskin itu usulan dari sekolah, sekolah mendapatkan data-data tersebut dari desa itu data anak-anak yang tidak mampu.”sekolah mengusulkan ke Dinas pendidikan setelah itu dinas Pendididkan kabupaten bisa mengusulakan lagi ke pusat, karena keputusan nantikan di sana berdasarkan kuota yang di minta.”sebenarnya harus di prioritaskan bantuan untuk siswa yang orangtuanya mengalami cacat fisik, tapi kita lihat kondisi ekonominya bagaimana, jika di anggap mapan maka itu akan jadi pertimbangan.”terangnya(mardiansyah)

Previous
« Prev Post