SPKS INDONESIA ADAKAN REMBUG NASIONAL,BAHAS PROBLEMA TATA KELOLA SAWIT, KHUSUSNYA DI TINGKAT PETANI.

Jakarta,suarasintang.com.Ketua Umun Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Nasional Mansuetus Darto dalam pidato pembukaan menyambut baik Moratorium No.8 tahun 2018.untuk menyamakan persepsi petani, SPKS melaksanakan rembug nasional.
Rembug nasional SPKS,dilaksanakan di Jakarta pada Rabu (28/11) 2018 di Hotel Redtop jalan Pecenongan no 72 jakarta 10120 - Indonesian lantai 3.
Selain untuk merespon Moratorium kata Darto, Rembug nasional juga dilakukan untuk:
1.Membahas problem tata kelola sawit,khususnya ditingkat petani.
2.merumuskan dan merencanakan program perjuangan petani untuk memberikan rasa adil,sejahtera dan berkonstribusi bagi pembangunan sawit berkelanjutan.
3.dilakukan untuk memberikan rekomendasi strategi bagi pemerintah,pemerintah daerah,pelaku pasar sawit,institusi keuangan nasional  termasuk BPDP-KS untuk merumuskan keputusan rembug nasional petani kelapa sawit Indonesia.
4.Memobilisasi dan.mengerakan semua pelaku usaha perkebunan kelapa sawit dan lembaga keuangan untuk mendukung moratorium yang telah diluncurkan oleh Presiden melaui Impres no 8 tahun 2018.
Ditengah hantaman badai krisis saat ini,dimana harga Crue Paml Oil (CPO) terus mengalami penurunan,yang saat ini menyentuh 410 USD/ton.berdampak pada penurunan harga TBS.kondisi seperti ini sangat membahayakan petani kelapa sawit,dan pelaku usaha kelapa sawit.
Inpres ini, kata Darto,akan memberikan dampak luas bagi kehidupan petani kelapa sawit.Terlebih, bila semua pelaku usaha yang penerima izin usaha perkebunan mau dan serius melaksanakannya.
Direktur Jendral perkebunan Ir.Bambang MM, dalam sambutannya mengatakan amanat dari Inpres No.8 tahun 2018 adalah untuk menunda dan evaluasi perijinan kelapa sawit, meningkatkan produktifitas yang mencakup hilirisasi serta penguatan infrastruktur produk turunan kelapa sawit dan peremajaan tanaman.
Lebih lanjut bambang memaparkan, dalam Inpres No.8 tahun 2018,Presiden telah mengarahkan beberapa hal antara lain,reporma agraria,penyelesaian masalah tanah dan kawasan hutan, serta restorasi gambut.
acara ini dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Dono Boestami, Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho, dan Ketua Umum SPKS Mansuetus Darto
Serta pengurus SPKS kabupaten se-Indonesia.

Rillis :Sudarno.
Publikasi:(Sg)

Previous
« Prev Post