HANYA PUNYA SATU KAKI, SEORANG PRIA DIDUSUN BERIRIK,TETAP BEKERJA KERAS UNTUK KELUARGANYA

Sintang - Hidup merupakan sebuah pertarungan yang harus terus diperjuangkan.Saat  media ini, mendatangi kediamannya, pria yang disapa Indah(33) menceritakan kronologis yang menimpanya,Minggu (23/5/2021).

Ditengah pandemi Covid-19 Indah (33) warga Dusun Beririk Desa Sepan Lebang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang yang sudah 4 tahun mengalami cacat pada kaki sebelah kiri ini,masih tetap berusaha berkerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

Indah (33) yang setiap hari nya harus bekerja keras dengan keterbatasan fisiknya,Demi menafkahi seorang istri yang bernama Apolonia (25) yang juga tidak bisa berbicara(tunawicara) dan seorang anak perempuan yang masih balita.

Desakan Kebutuhan ekonomi Demi kelangsungan Hidup  membuat Indah(33) masih harus  tetap bekerja sebagai petani dan penoreh karet,pada media ini,Indah menceritakan kronologis kejadian yang terjadi pada dirinya, saat dirinya menggesek kayu yang berukuran besar, tiba-tiba kayu tersebut saat akan tumbang tak di sangka lansung menimpa kaki sebelah kirinya.
"Sekitar bulan Agustus tahun 2018, saya menebang pohon Tengkawang untuk bahan rumah,ukuran kayu tersebut besar tak tahunya saat di tebang tiba-tiba bagian bawahnya bergeser dan langsung menghantam kaki saya"terangnya.dan sejak kejadian itu dia (Indah) harus kehilangan sebagian kaki kiri nya dari telapak kaki sampai diatas mata kaki. dengan keterbatasan ini tidak membuat Indah patah Semangat,melalui media ini juga Indah sangat berharap sekira nya ada para dermawan atau donator yang bisa membatu dia berupa kaki palsu atau tongkat sebagai sarana bantu untuk beliau berjalan dan bekerja.

Ditambahkan olehnya dia tetap akan bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup rumah tangganya.
"Setiap hari saya noreh terkecuali kalau malamnya hujan baru tidak turun ke kebun"kalaupun bawa getah karet paling cuma mampu 20 s/d 25 kg saja.saya bekerja karena tidak ada yang dapat diharapkan, apalagi sekarang kami sudah punya KK sendiri,anak masih kecil dan istri tak bisa bicara"tambah Indah.
Meski sebagi seorang petani dan penyadap karet Indah tetap berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan rezeki yang halal untuk melanjutkan hidup dia dan keluarganya 

Penulis : Ed/Rbs.
Edit : L.Sugiarto
 

Previous
« Prev Post