HEADLINE NEWS

Kategori

Mengharukan !! Satu Keluarga Di Sekadau Tidak Bisa Menikmati Berbuka Puasa, Lantaran Tak Mendapatkan Gas Untuk Memasak

SEKADAU -  Wajah sedih terpancar dari satu keluarga di kontrakan Haji Ocit Jln. Mawar No:34, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, karena tidak bisa memasak untuk berbuka puasa lantaran tidak mendapatkan Gas LPG di salah satu pangkalan Gas di pasar kota Sekadau. Senin (27/04) siang. 

Saat di Sambangi Media ini di kediamannya, Tabrani (48) yang kesehariannya bekerja serabutan dan juga selaku kepala keluarga, mengatakan siang tadi sekitar jam 12:00 saya hendak mancing ikan bersama anak saya Elisa (13), di dalam perjalanan menuju tempat pemancingan kami melintasi Jln.Merdeka Timur, pasar Sekadau melihat ada mobil truk sedang melakukan pembongkaran gas disalah satu pangkalan.
Karena mengetahui gas dirumah sudah habis (kosong) dan cuman memiliki 1 tabung, bapak tersebut buru-buru memasang semua pancing, dan langsung bergegas pulang dari tempat pemancingan, sesampainya dirumah, pak Tabrani mengakatakan dengan anak sulungnya, Lisna (25) dan adeknya Elisa (13).

"Nak di Jalan Merdeka Timur ada  salah satu pangkalan gas sedang melakukan pembongkaran gas, cepat pergi sana tukarkan Gas, karena gas kita sudah habis, bergegaslah kedua  adek beradik itu membawa satu tabung gas 3 KG dan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat pengambilan," ucapnya.
Masih kata Tabrani, setelah kurang lebih 30 menit kakak beradik  balik ke rumah dengan wajah lesu, ibunya bertanya " kenapa nak, jawab si anak yang sulung " kami gak dapat gas mak, karena kata Agen pangkalan gasnya habis " katanya begitu.

Lisna anak sulung bapak Tabrani menjelaskan, " waktu kami sampai di Pangkalan tersebut, masih banyak tabung gas yang kami lihat,  namun aneh mengapa pihak pengelola tidak mau menerima tukaran. Padahal kami hanya menukarkan 1 tabung saja.

" kami cuman memiliki uang 17.000 rupiah aja om, sembil menunjukan uangnya, dengan uang 17.000 ini, kami hanya bisa mendapatkan gas di pangkalan, kalau di toko harganya sampai 30 ribu rupiah, kami gak punya uang segitu om,  "terang Lisna dengan berlinang air mata.(Didi) 

Previous
« Prev Post