Ternak Babi sebanyak 20 Ekor Thomas Akui Belum Buat Ijin Lingkungan

SEKADAU, - Keresahan warga dusun Kemantan desa Selalong semakin menjadi-jadi. Pasalnya, setiap saat mereka harus mencium aroma tak sedap yang keluar dari perternakan Babi milik Thomas, warga Sekadau desa Sungai Ringin. Yang sampai saat ini masih beroperasi.

"Kami minta aparat desa Selalong bersama pihak terkait harus segera bertindaklah, paling tidak lokasinya jangan terlalu dekat dengan permukiman warga," kata salah seorang warga yang nama engan dipublikasi dimedia Minggu (24/3) di Selalong.

Menurut dia, dirinya dan warga lain yang kebetulan tinggal di sekitar ternak tak keberatan dengan usaha pak Thomas di situ, tapi kami minta lokasinya di pindah dari situ,supaya agak jauh masuk kedalam. 

Lagi pula kata dia, lokasi sawit pak Thomas masih luas dan lokasi ternak masih bisa di pindahkan. Tujuanya agar kami yang tingal di sekitar itu tidak lagi disuguh bau yang tak sedap yang keluar limbah dan kotoran binatang.

"Kami tak melarang orang usaha apapun di sini, tapi asas kepatutam dan segala ijin paling tidak diurus, soalnya kalau dia ngurus ijin paling tidak ada kajian dari instansi terkait mengenai kelayakan lokasi ternak disitu," ucapnya 

Kalau begini tentu yang dirugikan kan warga sekitar, bagaimana tidak setiap saat kami harus mencium aroma dari kotoran Babi. 
Dari segi kesehatan tentu tidak layak karna kami menghirup udara yang sudah terkomtminasi dengan kotoran binatang.

"Maka dari itu, sekali lagi kami minta, agar pihak-pihak terkait segera mengecek bersama aparat desa agar, tau kebenaran dari keluhan warga disini,"pintanya. 


Ketika di komfimasi kepada 
Thomas pemilik kandang, ia mengaku bahwa di perternakan miliknya ada sekitar 20 ekor Babi. Yang setiap hari ia kasih makan mengunakan ampas Tahu dan sisa Santan Kelapa yang ia beli di pasar setiap hari. 

Ia juga mengaku kalau dirinya memang belum mengantongi ijin perternakan, karena menurut dia perternakan miliknya sekalanya masih kecil 

"Saya hanya ngasih tau pak kades secara lisan saja,tidak ada ijin tertulis dari kepala desa setempat, kita paham juga dengan lingkungan," kilahnya ketika ditemui awak media ini Rabu (20/3) dikediaman 

Menurut Thomas karna pakannya berasal dari ampas tahu dan bekas Santan Kelapa ia yakin kotoran babi tidak mengeluarkan bau. Ditambah lagi sebagai alas tempat bagi Babi ternaknya dia gunakan serbuk kayu dari sowmel yang ia beli. 

"Lahan seluas 1,5 haktare itu sebenarnya perkebun Sawit karna harga sawit anjlok saya buatlah ternak babi di situ. Tapi, tidak bau kog, coba abang cek ke sana pasti tidak ada baunya," katanya kepada awak media ini.

Ia mengaku bahwa ternak miliknya sudah beroprasi sekitar tiga bulan lebih, dan Babinya juga masih kecil-kecil, katanya ( Didi )

Previous
« Prev Post